CARA MEMBUAT MINYAK KEMIRI

0 comments
Diakui atau tidak, rambut adalah sebuah mahkota yang harus dijaga sebaik mungkin, karna kalu sudah mengalami ekrontokan, bahkan kebotakan akan sangat sulit sekali untuk dibobati agar kembali lebat, selain memakan banyak dana, juga membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan waktu adalah uang, Oleh karena itu, sepatutnya kita merawatnya, salah satuny adalah dengan minyak kemiri. Minya kemiri selain berhasiat merawat rambut, insya Allah juga dapt menumbuhkan rambut yang rontok jika digunakan secara terus-menerus. Oke, langsung sikat aja dah....



Kita siapakn terlebih dahulu bahan-bahannya:

1. Buah kemiri 250 gram
2. Air secukupnya


Caranya.
  1. Blender buah kemiri dengan air secukupnya, ampe halus, tapi jangan halus-halus banget, ntar susah nyaringnya. Kalo nggak punya blender, ditumbuk atau diulek aja ampe halus.
  2. Saring, seperti meras kelapa jadi santan, ampe air santan kemiri tak kental lagi, kalo yang sudah terlanjur terlalu halus karena terlalu banyak air, bisa disaring dengan menggunakan kain.
  3. Abis dapet santan kemiri yg gak ada ampasnya, siapkan kuali atau panci untuk mendidihkan. Aduk lama, ampe jadi minyak. Sabar aja, emang cukup lama, sampai airnya menguap dan tersisa putih-putihnya.
  4. Minyak kemiri harus benar-benar mateng, biar gak apek, tandanya adalah kerak minyak warnanya coklat pekat ato nyaris itam, hal itu udah menandakan minyak kemiri udah masak dan siap pakai.
  5. Nah, setelah itu ambil keraknya, lalu peras kembali dengan menggunakan kain, sampai keluar keraknya kering, sampai nggak keluar minyak lagi
  6. Ambil botol, tuk dijadikan tempat, botolnya yang bersih ya dan gak bau apa-apa, biar baunya gak bercampur aduk.
Selamat mencoba

read more

Alat Pertanian Tradisional Yang Masih Digunakan di Indonesia

0 comments
Alat Pertanian Tradisional adalah benda yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan dalam bidang pertanian yang sifatnya masih tradisional. Salah satu ciri alat tradisional yakni alat yang penggunaannya secara manual. Sampai saat ini peralatan pertanian tradisional masih aktif digunakan oleh para petani guna mempermudah dalam mengolah tanah, menghilangkan rumput, memetik hasil panen, dan lain sebagainya. Jadi dengan menggunakan alat pertanian, para petani dapat menghemat waktu dan biaya produksi pertanian sehingga keuntungan yang didapatkan oleh mereka dapat maksimal.





10 Contoh Alat Pertanian Tradisional dan Fungsinya 

Seperti yang sudah maklum bahwa perkembangan teknologi semakin hari semakin maju dan berkembang. Dulu manusia hanya menggunakan bahan batu dan kayu sebagai alat pertanian. Selanjutnya seiring dengan perkembangan cara berpikir manusia, terciptalah alat-alat pertanian dengan bahan dari logam seperti besi. Di bawah ini 10 contoh alat pertanian tradisional baik alat yang dibuat dari batu, kayu, dan logam, serta perpaduan antara berbagai bahan pembuat alat pertanian:

1. Cangkul ( bahasa Jawa : pacul ) dan fungsinya

Cangkul digunakan atau berfungsi untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Pekerjaan yang lebih berat biasanya menggunakan bajak. Cangkul biasanya terbuat dari kayu dan besi. 

Dalam hubungannya dengan persiapan tanam benih padi, cangkul digunakan untuk menggali bagian tepi/pinggir sawah atau dalam istilah bahasa Jawa disebut pekerjaan minggiri sawah. Fungsi sawah dipinggiri sebelum dibajak menggunakan garu dan atau traktor adalah agar bagian tepi sawah juga ikut gembur, dikarenakan alat garu maupun traktor tidak bisa maksimal untuk menjangkau tepian sawah.

2. Parang
Parang adalah senjata tajam yang terbuat dari besi biasa. Bentuknya relatif sederhana tanpa pernak pernik. Kegunaannya adalah sebagai alat potong atau alat tebas (terutama selak belukar) kala penggunanya keluar masuk hutan. Parang juga digunakan untuk pertanian. ( Sumber :Wikipedia )

Dalam pertanian sawah, parang digunakan untuk membabat rumput yang berada di pematang sawah. Kegiatan ini oleh orang Jawa disebut dengan istilah "nampingi" 

3. Garu dan fungsinya serta cara kerjanya/penggunaannya


a. Pengertian Garu 
Garu adalah alat pembajak sawah atau ladang yang terbuat dari bahan kayu. Kayu yang digunakan sebagai bahan pembuat garu yaitu kayu yang sifanya keras dan awet seperti kayu jati, sono keling/angsana, kayu laban, dan jenis kayu keras lainnya.

Garu terdiri atas dua bagian yakni bagian pembajak dan penarik. Bagian pembajak berukuran panjang sekitar 40 cm dan lebar 30 cm. Bentuk garu dibuat lengkung. Ketebalan garu dibuat lebih lebal bagian pangkal, sedangkan bagian ujungnya lebih tipis/pipih dari pangkalnya. Bagian penarik terbuat dari balok kayu yang panjangnya antara 150 - 200 cm. 

Garu seringnya digunakan untuk membajak sawah berlumpur, walaupun ada sebagian petani yang menggunakan untuk membajak ladang tanah berpasir.

b. Fungsi garu
Garu berfungsi untuk membajak sawah berlumpur dan ladang berpasir. Pengerjaan lahan dengan garu sebagai tahap atau proses awal pengolahan tanah sawah berlumpur setelah sawah mulai digenangi air. Jika garu difungsikan untuk membajak ladang pasir maka baik tanah kering maupu mengandung air tetap dapat dibajak dengan garu. Tanah sawah yang sudah digaru masih berupa gumpalan tanah yang bentuknya mirip garu, jadi garu baru berfungsi untuk membalikkan posisi permukaan tanah sawah.


c. Cara kerja garu

Garu tidak dapat berfungsi tanpa adanya tenaga yang menarik dan menekannya. Untuk membajak sawah/ladang dengan alat garu bisa memanfaatkan murni tenaga manusia dan dapat juga dilakukan perpaduan/kerja sama anatara tenaga manusia dengan bantuan hewan seperti kerbau, sapi, dan kuda.


#1). Pemanfaatan garu dengan murni tenaga manusia 


http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html

Jika penggunaan garu memanfaatkan tenaga manusia, maka dalam prakteknya harus minimal 2 orang. Di mana yang satu sebagai penarik dan yang satunya lagi sebagai penekan garu. namun pada umumnya penarik garu terdiri atas 2 orang dan penekan garu hanya 1 orang. Sedikit atau banyaknya jumlah anggota yang menggerakan garu tergantung juga dengan kondisi kesuburan dan kegemburan tanah yang dibajak. Semakin tanah gembur maka semakin memungkinkan untuk menggunakan 2 tenaga manusia. Pada gambar di atas terlihat 6 orang penarik dan 1 orang penekan karena tanah yang dibajak cukup keras.


#2). Pemanfaatan tenaga manusia dan hewan

http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html


Hewan yang bisa dimanfaatkan tenaganya untuk menarik garu adalah hewan kerbau, sapi, dan kuda. Unuk kebau dan sapi bisa dimanfaatkan tenaganya di sawah berlumpur dan ladang. Namun kuda hanya bisa dimanfaatkan di lahan kering.

Ketiga hewan tersebut berfungsi untuk menarik pegangan/garan garu, sedangkan yang menekan garu tetap menggunakan tenaga manusia.


4. Luku/Wluku dan fungsinya

http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html
Luku adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk meratakan tanah setelah tanah digaru. Jadi setelah tanah digaru biasanya didiamkan dulu selama sekitar 1 minggu kemudian baru diwluku. Jadi fungsi utama alat luku adalah untuk meratakan tanah sebagai lahan yang siap untuk ditanami.


Adapun cara pengunaannya sama dengan penggunaan garu. Jadi antara garu dan luku merupakan satu paket namun dengan fungsi yang berbeda. Garu dan luku dapat dipasang di alat penarik yang sama secara bergantian. Oleh sebab itu di bagian pangkal penarik garu/wluku didesain yang kiranya mudah bongkar pasangnya.


5. Batang pohon pisang ( bahasa Jawa : gedebog pohon pisang ) dan fungsinya



Jika tanah sawah yang sudah diluku/dimluku maka alangkah baiknya gunkan gedebog untuk meratakan atau lebih menghaluskan permukaan tanah sawah sebelum dilakukan penggarisan. Jadi fungsi gedebog sebagai alat pertanian tradisional adalah untuk menghaluskan permukaan tanah sawah.


6. Penggaris sawah dan fungsinya



Penggaris sawah adalah alat pertanian tradisional yang terbuat dari kayu. Jarak antara masing-masing bagian garisan biasanya antara 22 - 25 cm. Penggaris sawah berfungsi untuk memberi batas/jarak antara tanaman padi sehingga para penanam dapat dengan mudah menanam benih adi tepat di setiap ada perempatan hasil atau tapak/bekas garisan.

Penggaris jenis ini hanya bisa digunakan pada sawah yang bisa disurutkan airnya. Adapun untuk sawah yang tidak bisa disurutkan airnya maka alat yang dipakai agar tanaman jarakanya rapi dan lurus adalah dengan menggunakan tambang kecil ataupun benang nilon dan sejenisnya. Dalam istilah bahasa Jawa disebut kenteng.

7. Gosrok dan fungsinya




Dalam ilmu pertanian, gosrok adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk menggemburkan tanah dan membasmi rumput yang berada di sela-sela tanaman padi serta untuk memutuskan akar-akar tanaman padi. Dengan putusnya sebagian akar maka diharapkan akar yang putus akan tumbuh bercabang lebih banyak.





8. Ani-ani dan fungsinya
Ani-ani atau ketam adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Dengan ani-ani tangkai bulir padi dipotong satu-satu, sehingga proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu, namun keuntungannya ialah, berbeda dengan penggunaan sebuah clurit atau arit, tidak semua batang ikut terpotong. Dengan demikian, bulir yang belum masak tidak ikut terpotong.

9. Sabit/ Arit dan fungsinya
Sabit, arit,adalah alat pertanian berupa pisau melengkung menyerupai bulan sabit. Meskipun bentuknya sama, secara bahasa arit dan sabit cenderung merujuk pada alat pertanian. Fungsi sabit adalah untuk membabat/memotong rumput dan juga untuk memotong batang tanaman padi ketika panen.

10. Alat gepyok 
Alat gepyok adalah alat pertanian tradisional yang terbuat dari bambu dan atau kayu. Fungsi alat gepyok adalah untuk merontokkan padi

read more

Fungsi Ilmu Biologi dalam Bidang Pertanian dan Industri

0 comments
Pemanfaatan biologi juga dapat dirasakan dalam bidang pertanian maupun industri. Ilmu biologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk mahkluk hidup, maka tidak heran kalau manfaat biologi sangatlah beraneka ragam tidak terkecuali dalam bidang pertanian dan industri. 

Lalu apa saja sih peranan bilogi dalam pengembangan dibidang pertanian dan industry? 



Peranan Biologi dalam Bidang Pertanian
Manfaat ilmu biologi dalam bidang pertanian misalnya saja berupa pemilihan bibit unggul untuk memperoleh jenis tanaman yang super maupun hasil yang melimpah. Pemilihan bibit unggul ini dapat dilakukan dengan cara rekayasa genetika pada proses pengembangan tanaman. Selain rekayasa genetika untuk memperoleh bibit unggul, pengetahuan manusia tentang biologi pun mampu menerapkan cara pembudidayaan tanaman dengan tepat baik dalam pengolahan lahan maupun menetapkan waktu bercocok tanam yang tepat.

Banyaknya pemanfaatan ilmu biologi dalam pengembangan dunia pertanian juga ditandai dengan banyaknya cabang ilmu biologi yang berhubungan dengan pengembangan pertanian itu sendiri, misalnya :

  • Anatomi yaitu ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk susunan tubuh mahkluk hidup
  • Bakteriologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk bakteri dan kehidupannya
  • Botani yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tenatang seluk beluk tumbuhan dan kehidupannya
  • Ekologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk mahkluk hidup dengan lingkungan alam tempat tinggalnya atau habitatnya
  • Embriologi yaitu cabang ilmu biolog yang mempelajari seluk beluk perkembangan suatu organism mulai dari telur sampai menjadi embrio
  • Entomologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk serangga dan kehidupannya
  • Evolusi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajar tentang seluk beluk perkembangan mahkluk hidup mulai dari bentuk sederhana hingga bentuk yang kompleks
  • Fisiologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk proses serta kegiatan yang dilakukan mahkluk hidup
  • Genetika yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk penurunan sifat suatu mahkluk hidup kepada keturunannya
  • Higen yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk pemeliharaan kesehatan manusia
  • Histologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk susunan serta fungsi bagian – bagian yang ada pada jaringan mahkluk hidup
  • Mikrobiologi yaitu cabang ilmu biologi yang mek mpelajari tentang seluk beluk organisme renik (mikro) serta kehidupannya
  • Palaentologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk kehidupan mahkluk hidup dimasa lalu serta kehidupannya dengan mempelajari fosil yang berasal dari masa lampau
  • Parasitologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk parasit, baik pengaruh terhadap mahkluk hidup lainnya maupun kehidupannya
  • Patologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruhnya terhadap kehidupan organisme
  • Sitologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk susunan serta fungsi bagian – bagian yang ada pada sel mahkluk hidup
  • Virology yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk virus
  • Zoology yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk hewan beserta kehidupannya.
Dengan memanfaatkan cabang – cabang ilmu biologi tersebut, para ahli bisa lebih mudah untuk mengembangkan bidang pertanian sehingga manfaatnya lebih bisa dimanfaatkan secara maksimal. Diantara manfaat biologi dalam bidang pertanian misalnya :
  • Membantu manusia untuk menemukan dan mengembangkan kebutuhan pokok manusia terutama dalam masalah pemenuhan bahan makanan melalui tanaman pertanian
  • Menemukan berbagai macam penyebab dan pengobatan berbagai macam penyakit tanaman pertanian
  • Membantu manusia untuk menemukan bibit – bibit unggul tanaman pertanian yang bisa meningkatkan produksi pertanian sehingga dapat membantu masalah – masalah dibidang pangan

Peranan Biologi dalam Bidang Industri
Seperti halnya dalam bidang pertanian, dalam bidang industri pun pemanfaatan ilmu biologi sangat lah membantu. Perkembangan zaman yang cukup pesat berbanding lurus dengan perkembangan industri guna memenuhi kebutuhan manusia dalam berbagai hal. Jika dahulu manusia hanya memanfaatkan hasil alam untuk memenuhi kebutuhan, namun di zaman yang serba maju ini perkembangan industry sangatlah dibutuhkan sehingga alam dapat diolah menjadi pemenuhan kebutuhan yang lebih besar.

Diantara peranan biologi dalam bidang industry antara lain :
  • Ditemukannya kandungan gula dalam tebu yang membuat perkembangnya pabrik pengolahan tebu untuk memproduksi gula
  • Berkembangnya industry tekstil/kain, kain wol atau sutra yang berasal dari penemuan bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi benang serta kepompong ulat sutra yang bisa diolah menjadi sutra
  • Dengan berkembangnya mikrobiologi maka dapat diketahui mengenai struktur maupun sifat – sifat mikroorganisme, baik yang bersifat menguntungkan maupun yang menyebabkan penyakit, sehingga munculah pengembangan industri obat – obatan. Selain itu juga mikrobiologi juga mampu mengembangkan industry makanan dan minuman dengan pemanfaatan mikroba yang berkhasiat untuk obat
Sumber
http://www.abimuda.com/

read more

PENGERTIAN LUAS DARI AGRIKULTUR

0 comments

Agrikultur adalah proses memproduksi makanan, panganan, serat, dan banyak hasil-hasil kebutuhan lain di sektor pertanian tanaman-tanaman tertentu dan pertambahan hewan-hewan lokal(ternak). Praktek agrikultur dikenal juga sebagai “pertanian”, saat para ahli, penemu, dan lain sebagainya mengubah metode-metode dan peralatan pertanian, dapat dikatakan agrikultur menjadi lebih berguna.


Agrikultur atau disebut juga pertanian merupakan salah satu cabang ilmu biologi. Agrikultur atau Pertanian sendiri merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, teknik pertanian, biokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. "Petani" adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak.

Contohnya seperti di beberapa penjara di sebagian negara menerapkan sikap kemandirian pada setiap tahanan. Hal tersebut menjadikan para tahanan untuk melakukan segala sesuatu kegiatannya sendiri, termasuk dalam hal mengurus makanan. Para tahanan harus bisa mengolah makanannya sendiri untuk bisa hidup. Karena itulah pendidikan tentang agrikultur menjadi modal penting untuk bisa bertahan hidup. Para tahaan diberikan kebebasan untuk menanam apapun yang nantinya bisa untuk dimasak. Bagi yang memiliki hobi agrikulturan pun juga ikut turut serta dalam pekerjaan itu.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog