MANFAAT BUDIDAYA MARKISA

0 comments
Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari buah markisa baik untuk lingkungan, pangan dan ekonomi keluarga. Kerimbunan daunnya bisa membuat teduh dan buahnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat, selain manfaat lain seperti sumber vitamin bagi keluarga dan meningkatkan konsumsi buah keluarga.

Budidaya markisa

Meskipun tanaman markisa bukan tanaman asli Indonesia dan banyak ditemukan di daerah subtropis, namun tanaman ini bisa dikembangkan didataran rendah seperti Surabaya. Hal yang terpenting dalam budidaya ini adalah penyiangan ketika akan berbuah, karena dalam masa pembentukan buah, tanaman akan lebih membutuhkan air, penyiangan daun dilakukan untuk memperkecil kebutuhan air oleh daun.

Budidaya markisa bisa dilakukan di daerah tandus atau area yang kecil seperti halaman rumah, gang di kampung, jalan desa, fasum atau di pagar rumah. Tanaman ini membutuhkan penyangga sebagai media merambat.

Markisa dan manfaat untuk lingkungan

Markisa yang ditanam di areal yang tandus ataupun terbatas bisa membantu untuk meningkatkan produktivitas lahan di wilayah tersebut. Daun rimbunnya bisa membantu menurunkan suhu yang ada disekitarnya sehingga lebih teduh dan nyaman. Jika ditanam di sepanjang jalan kampung atau halaman, anak-anak dan warga bisa lebih nyaman berjalan dibawahnya karena tidak terlalu panas mengingat suhu udara di Kota Surabaya sangat menyengat ketika musim kemarau.

Selain itu, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai penambah estetika dikawasan tertentu seperti perumahan atau areal parkir. Jika ditata dengan apik, rambatan tanaman markisa bisa menambah cantik kawasan tersebut dengan hijau daun, bunga ataupun buahnya.

Markisa dan kesehatan

buah markisa mengandung banyak zat yang berguna bagi kesehatan tubuh. Buah ini mengandung banyak vitamin C yang diyakini bisa membantu mencegah kanker, hipertensi, dan menurunkan kolesterol.

Markisa dan sumber pangan

Konsumsi buah dalam sebuah keluarga di Indonesia masih sangat kecil. Sedangkan menurut Food and Agriculture Organization (FAO) atau organisasi pangan PBB, per kapita dianjurkan untuk mengkonsumsi buah 65,75 kg per tahun agar tetap sehat. Sehingga kegiatan budidaya buah markisa ini diharapkan bisa membantu meningkatkan jumlah konsumsi buah keluarga.

Manfaat ekonomi

Manfaat lain yang bisa diambil oleh masyarakat adalah penghasilan tambahan untuk keluarga. Buah markisa bisa dijual dalam bentuk segar atau hasil olahan buah markisa. Nilai tambah bisa didapatkan jika buah markisa diolah menjadi produk olahan seperti es krim, yoghurt, selai, sari buah, permen, dodol atau bentuk lainnya.

read more

JENIS MARKISA YANG DIBUDIDAYAKAN

0 comments
Sebenarnya yang dimaksud sebagai "buah" markisa hanyalah pulp, yakni lapisan tipis yang mengelilingi biji. Markisa berkulit buah tipis (0,5 mm) seperti gabus yang keras dan mudah pecah ketika masih mentah, kemudian berubah menjadi lentur ketika masak. Dalam rongga buah terdapat puluhan biji pipih 0,5 cm. berwarna hitam, dengan kulit biji sangat keras. Bijinya sendiri berkeping dua dan berwearna putih. Kulit biji inilah yang dilapisi pulp tipis. Umumnya pulp ini berwarna kuning muda sampai oranye. Kecuali markisa manis yang pulpnya berwarna putih. Ukuran buah, ketebalan pulp, aroma dan tingkat kemasaman akan dijadikan standar untuk menentukan kualitas markisa. Semakin besar ukuran buah, semakin tebal pulpnya dengan tingkat keharuman serta kemasamanan tinggi akan semakin berkualitas markisa tersebut. Namun markisa besar justru tidak menarik karena rasa buahnya relatif tawar dengan aroma yang tidak kuat.

Budidaya markisa dapat dikembangkan dalam pola kemitraan terpadu antara petani baik yang tergabung dalam kelompok tani atau koperasi dengan perusahaan pengolahan buah markisa sebagai perusahaan inti. Peluang pasar buah markisa dan hasil olahannya sangat besar baik didalam negeri maupun luar negeri. Permintaan semakin meningkat sedangkan produksi tidak dapat mengimbanginya. 

Di Indonesia terdapat 4 (empat) jenis Markisa yang dibudidayakan :

1. Markisa Ungu (Passiflora edulis var. edulis)
2. Markisa Konyal (Passiflora lingularis)
3. Markisa Kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa).
4. Markisa Erbis (Passiflora quadrangularis).


1. Markisa Manis (sweet granadilla)
 
 Markisa Yang berwarna orange kekuningan dengan nama latin (Passiflora lingularis) adalah jenis markisa manis (sweet granadilla), mempunyai bentuk bulat lonjong, buah muda berwarna ungu hijau dan buah masak berwarna kuning tua dengan rasa buah manis menyegarkan. markisa jenis ini hanya bisa tumbuh dan berbuah di ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, di dataran rendah pun sebenarnya jenis ini bisa tumbuh namun kecil kemungkinan untuk dapat berbuah, hal ini disebabkan kondisi cuaca dan unsur hara di dataran rendah kurang cocok dengan markisa jenis ini, Penyemaian biji markisa bisa dilakukan langsung di polybag, bisa pula di bedeng pesemaian biasa. Biji markisa yang masih dalam keadaan baik, akan mudah sekali tumbuh. Dari penyemaian biji sampai dengan panen perdana diperlukan waktu 1,5 tahun untuk sweet granadilla di dataran tinggi.

Cara penanamannya dengan dirambatkan di pepohonan atau merambatkannya di para-para atau pagar. Kelemahan para-para adalah boros tempat. Kalau tanaman sudah terlalu tua, tumpukan daun tua dan ranting-ranting akan menghalangi pemerikan. Selain itu buah juga hanya akan mau keluar di bagian pinggir para-para. Hingga budidaya markisa di Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Australia, kebanyakan dilakukan dengan sistem pagar. Deretan pagar dibangun mengarah utara selatan. Tiang pagar biasnya terbuat dari beton kemudian dihubungkan dengan kawat. Penggunaan tiang pagar dari kayu juga bisa dilakukan, namun akan cepat sekali lapuk. Padahal markisa bisa mencapai umur puluhan tahun sebelum diremajakan. Kalau tiang rambatan sudah lapuk sementara tanaman masih produktif, petani akan dirugikan.


2. Markisa ungu (purple passion)
 
 Markisa berwarna ungu dengan nama latin (Passiflora edulis var. edulis)adalah markisa masam (purple passion), yang mempunyai bentuk buah bulat lonjong, buah muda berwarna hijau tapi yang masak berwarna coklat ungu, dengan rasa buah asam segar dan beraroma harum. Buah ini Dari penyemaian biji sampai dengan panen perdana diperlukan waktu 1,5 tahun untuk di dataran tinggi. Tanaman ini dibudidayakan di ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, namun dengan perlakuan tertentu markisa ungu dapat juga dibudidayakan didataran menengah ataupun rendah. jenis ini umumnya diolah menjadi sirup ataupun olahan lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Cara pembiakannya sama dengan markisa jenis yang lain yaitu dengandirambatkan di pepohonan atau merambatkannya di para-para atau pagar.


3. Markisa Kuning (yellow granadilla)
 
 Markisa Kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa) Adalah jenis markisa masam yang umumnya ditanam didataran rendah hingga menengah, markisa ini mempunyai bentuk bulat lonjong, berwarna kuning ketika telah masak dan berwarna hijau ketika masih muda, markisa ini jarang pemanfaatannya dikonsumsi langsung umumnya diolah menjadi adalah es krim, serbat, nentar, sari buah, konsentrat, squash, selai, dan jeli.


4. Markisa besar (giant granadilla)

Markisa Erbis (Passiflora quadrangularis). Adalah jenis markisa masam yang umumnya ditanam didataran rendah hingga menengah, Markisa ini memiliki volume buah yg lebih banyak, Namun markisa besar justru tidak menarik karena rasa buahnya relatif tawar dengan aroma yang tidak kuat.

Manfaat dari tanaman markisa
Adanya Passiflorance yang banyak terkandung dalam buah markisa berkhasiat untuk menentramkan urat syaraf, Buah markisa juga sebagai sumber beberapa vitamin khususnya vitamin C dan vitamin A. Di samping itu manfaat buah markisa bagi kesehatan antara lain untuk menyembuhkan badan lemah setelah sakit, kehilangan napsu makan, anemia disertai bibir pucat, terasa dingin pada anggota badan dan pusing, kurang susu setelah melahirkan, serta memulihkan kondisi tubuh setelah pengobatan khususnya yang disebabkan oleh parasit pada anak.

read more

MENCOBA BUDIDAYA MARKISA

0 comments
Markisa adalah tanaman rambat yang tumbuh baik di daera dataran tinggi atau daera dingin dengan suhu rata-rata antara 20 - 30 derajat selsius. Di Indonesia yang dengan topografi yang sangat bervariasi terdapat beberapa tempat yang sangat memungkinkan untuk bercocok tanam markisa. Termasuk Nosu yang berada di Sulawasi barat Indonesia tengah dengan suhu rata-rata 20 - 23 derajat selsius.

Baiklah, Sebelum melangkah jauh untuk berpikir mengenai cara budi daya markisa lebih baik kita membahas mengenai apa itu markisa terlebih dahulu:

  • Nama : Markisa
  • Genus : Passiflora
  • Asal : Daera sub tropis Amerika

Tapi mengenai cara dan tempatnya bercocok tanam berikut informasinya:

Terdapat beberapa jenis markisa yang baik untuk dikembangkan di Indonesia, namun yang paling terkenal adalah Passiflora Edulis dan Passiflora Plavicarpa. Kedua jenis markisa jenis inilah yang akan kita bahas dalam blog tipspetani ini karena sudah terbukti dapat dikembangkan dan dibudidayakan secara ekonomis di beberapa tempat di Indonesia. Misalnya di Gowa - Makassar, Toraja, Medan dan lain-lain.

Passiflora Edulis
Jenis markisa ini paling cocok tumbuh di dataran tinggi pada ketinggian 1000 - 2000 dpl (dari permukaan laut) dengan suhu rata-rata 20-23 derajat selsius dan beriklim basah.
Kondisi tanah yang dikehendaki adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik dengan PH 5,5 - 6,5 dan tidak tergenang air. Dengan akar samping yang banyak dan menyebar dangkal didekat permukaan tanah, maka penyebaran pupuk organik atau pupuk kandang di atas tanah disekitar pohon Markisa dapat segera diserap oleh tanaman markisa dalam beberapa minggu berikutnya.

Batang pohon markisa jenis ini adalah ulet, panjang dan bercabang-cabang dari ketiak daun. Panjang batang rata-rata sekitar 20 meter. Namun hanya batang mudah dengan daun yang sehat yang dapat menghasilkan buah. Pada ketiak daun yang sudah tua dan atau sudah pernah tumbuh tangkai buah, tidak akan menumbuhkan tangkai buah lagi. atau dengan kata lain, satu ketiak daun hanya memiliki satu tangkai. Kalau yang tumbuh adalah tangkai buah, maka ketiak tersebut hanya untuk 1 buah markisa. Dan kalau yang tumbuh adalah tangkai cabang maka tangkai buah tidak bisa tumbuh lagi. Ini perbedaan Passiflora edulis dengan passiflora Plavicarpa yang dapat menumbuhkan tangkai buah sebanyak 4 dari satu ketiak daun.

Jenis Passiflora edulis ini memiliki daun yang menjari. Warna daun mudah adalah hijau dan semakin tua semakin membiru sampai akhirnya menguning. Pada beberapa daerah, daun mudah dari jenis passiflora edulis ini dijadikan sayur dan menjadi sayur pavorit bagi sebagian orang. Sayur ini memiliki cita rasa tersendiri yang walaupun terasa sedikit pahit namun memiliki keharuman yang khas.

Bunga tumbuh dari ketiak daun dengan tangkai bunga/buah sekitar 5 - 10 cm. Pada kondisi yang baik, bunga akan mekar dengan warna putih bercampur ungu. Penyerbukan bunga umumnya terjadi oleh bantuan insecta terutama lebah.

Setelah penyerbukan, Mahkota bunga akan layu dan gugur. lalu muncullah bakal buah yang akan tumbuh semakin besar. Buah yang masih sangat mudah berwarna hijau dan lunak. lalu akan berubah warna menjadi ungu menjelang matang. Buah yang berwarna ungu berarti siap panen. Hati-hati karena sudah banyak gagak yang mengintai bua manis ini.
Buah yang harum inilah yang menjadi daya tarik bagi para pengusaha markisa. Karena dibandingkan dengan Passiflora Plavicarpa, Jenis Passiflora edulis lebih harum walaupun rasanya lebih masam. Bagi para pengusaha, keharuman inilah yang utama penambah nilai jual oleh karena rasa masam dapat diatasi dengan mudah dengan penambahan Gula.

Bercocok Tanam Passiflora Edulis

Apakah anda tinggal di daerah dataran tinggi? Atau anda sedang mencari-cari ladang bisnis yang berpotensi? Jika anda membutuhkan ladang bisnis untuk daerah dataran tinggi maka inilah salah satunya "Markisa".

Namun sebelum menelan air liur melihat janji ini, lebih baik pelajari duluh seluk beluknya. Ingat, bisnis yang baik adalah bisnis yang digerakkan oleh orang-orang yang menguasai bidangnya. Demikian pulah kalau Anda ingin mengusahakan markisa, cari tahu seluruh informasih yang ada mengenai markisa ini.

Baiklah kita mulai dari Persiapan.

Seperti yang anda sudah baca dari atas bahwa markisa tumbuh baik pada dataran tinggi, maka jangan banyak bermimpi bercocok tanam passiflora edulis di dekat pantai. Carilah dataran tinggi pada ketinggian sekitar 1000 sampai 2000 meter dari permukaan laut. Walaupun demikian bagi yang berada di dataran rendah dan ingin menikmati markisa dari kebunm sendiri, jangan langsung putus asa. Passiflora plavicarpa adalah jenis markisa yang dapat tumbuh pada dataran rendah.

Demikian pulah dengan cuacanya, usahakanlah markisa pada daera bercuaca basah dan dingin. Namun hindari daerah rawah atau daerah yang sering tergenang air dalam jangka waktu yang panjang.

Siapkan lahan dengan menyingkirkan rumput-rumput yang mungkin akan menggangu proses pemeliharaan markisa. Pohon yang sudah ada jangan serta merta ditebang, karena mungkin anda akan membutuhkannya sebagai tiang tempat pengikatan kawat rambat untuk markisa. Ingat, markisa adalah tanaman rambat maka jika uang agak tipis, gunakan saja pohon-pohon yang ada. heheh .....ngirit. yang penting tidak pelit 'solata'.

Setelah persiapan kita pindah ke pembibitan markisa:

Disamping persiapan lahan, ingat bahwa markisa juga membutuhkan waktu untuk tumbuh. Oleh karena itu maka mulailah mempersiapkan bibit sejak dini. Bibit markisa dari biji akan siap dipindahkan dalam waktu 2 - 3 bulan sejak penyemaian. Jadi bibitkanlah dari sekarang.

Cara pembibitanpun terserah anda. Jaman moderen sudah banyak menyediakan poly bag. Jadi usahakanlah hidup dijaman moderen dengan menggunakan poly bag tersebut: Isi dengan tanah yang banyak mengandung unsur organik, lalu pencetkan bijih markisa sekitar 3 - 5 cm dalam tanah. setelah itu taburi dengan pasir sekitar 1 cm untuk menghindari pertumbuhan rumput liar diatasnya. Rawat dan siram setiap hari.

Jika anda tidak suka dengan cara hidup moderen, maka gunakan saja cara nenek saya yang menabur biji markisa disuatu tempat yang telah digemburkan lalu di tutup lagi dengan tanah tipis diatasnya. Cara ini adalah cara paling gampang dan bisa dilakukan untuk pembibitan massal. Hitung-hitung waktu pengisian tanah kedalam poly bag yang dapat menghabiskan waktu beberapa hari untuk 1000 biji bibit, dengan penaburan - anda dapat melakukannya dalam satu dua jam saja. beda jauh yah, mana polybagnya pake beli lagi.

Caranya nenek saya ini juga sudah agak moderen paling tidak markisa tidak mati. Namun kalau anda memilih cara ini berarti ikut dengan teknologi tempo dulu - sinchan.

Apa keuntungan menggunakan poly bag? Tentu saja cara ini dipilih untuk menghindari resiko kegagalan pada saat menanam. Karena jika dibandingkan dengan cara nenek saya yang memang tidak terlalu peduli waktu, cara moderen ini akan lebih cepat pertumbuhannya karena tidak akan mengalami kemerosotan pada waktu tanam. Sedangkan cara nenek saya yang main cabut bibit untuk ditanam kembali, tentu akan menunda pertumbuhan akar pada saat baru tanam.

Baiklah kita pindah ke Penanaman.

Mulailah mempersiapkan tempat penanaman dengan membuat lubang tanam berdimensi 40 cm x 40 cm x 30 cm (panjang 40 cm, Lebar 40 cm dan dalam 30 cm), lalu isi dengan tanah bercampur pupuk kandang 50%. Lalu buka kantong plstik (poly bag) dan masukkan kedalam lubang seperti yang anda lakukan saat menanam bunga. Jangan lupa setelah penanaman, seharusnya tanah pengisian lubang basah. Jadi kalau tidak hujan, lakukan secara manual: siram.

Demikian pulah dengan penanaman bibit yang diambil dari cara nenekku. Sebisah mungkin, angkat bibit dengan tanah yang menempel pada akarnya agar tidak mengalami kemerosotan tajam pada saat penanaman. Akar tanpa tanah akan segera layu di udara bebas. sehingga akan merosot pertumbuhannya karena baru akan mulaih mencari makanan dari akar baru yang tumbuh. Penanaman dengan cara ini harus segera dilakukan sesaat setelah pencabutan bibit. semakin cepat semakin bagus untuk menghindari layunya akar. Dalam hal ini akan sangat membantu jika menggunakan hormon penumbuh akar yang direndam selama 1-2 menit (baca buku penggunaan hormon tanaman).

Setelah penanaman, lakukan perawatan:

Perawatan yang diperlukan oleh markisa bermacam-macam misalnya: penyiraman jika tidak cukup air hujan, Pembersihan lahan dari rumput liar, Pemupukan dan penyiapan wadah rambat bagi markisa. Penyiapan wadah rambat inilah yang mungkin banyak membutuhkan biaya, karena anda mungkin harus membeli beberapa gulung kawat untuk seratus pohon markisa. Kalau seribu pohon, berarti mungkin puluhan gulung kawat. disamping itu jika pohon-pohon dalam kebun anda kurang atau bahkan tidak ada, maka anda juga harus membeli Tiang untuk mengikatkan kawat.

Setelah membuatkan wadah perambatan, maka anda perlu memantau tanaman markisa anda, jangan sampai merambat ketempat yang tidak diinginkan. Arahkan batang-batang mudah markisa ketempat rambat yang anda kehendaki. kalau sampai merambat kerarah yang tidak benar, bisah saja mengalangi kelancaran jalan anda natinya yang pada akhirnya akan mengurangi produktivitas itu sendiri.


read more

MENANAM SI ANGGUR BATANG (JABOTICABA)

0 comments

Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi agribisnis. Beragam jenis tanaman dan buah-buahan bisa mendatangkan keuntungan. Salah satunya jaboticaba. Dari buah yang mirip dengan anggur ini bisa dipetik omzet hingga Rp 15 juta per bulan.

Letak geografis Indonesia menjadikan negara kita memiliki punya iklim tropis. Garis khatulistiwa yang melintasi Indonesia menjadikan negeri ini kaya dengan sinar matahari.
Tak pelak, secara umum, banyak produk agribisnis asal Indonesia merupakan produk yang terbaik di dunia. Selain memiliki potensi menjadi produk yang berkualitas tinggi, keanekaragaman tanaman maupun buah juga diakui oleh banyak negara. 

Salah satu buah unggulan Indonesia adalah jaboticaba atau Eugenia cauliflora berg. Buah ini merupakan jenis buah yang mirip dengan anggur. Buah ini tumbuh dengan baik di daerah tropis serta menjanjikan sebagai varietas buah andalan Indonesia.

Berbeda dengan anggur, tanaman ini memiliki batang yang punya banyak cabang serta bunga lebih mirip dengan buah jambu biji. Adapun daging buahnya berwarna putih yang mirip dengan warna lemak.

Saat buah matang, kulit buah tampak ungu pekat mendekati hitam. Dengan kulit tipis dan kencang, buah ini mirip sekali dengan buah anggur.

Begitu juga saat buah masih muda. Warnanya hijau terang dengan buah yang menempel di batangbatang pohon jaboticaba. Makanya, oleh para pembudidaya jaboticaba, buah ini kerap disebut sebagai anggur batang atawa anggur brasil.

Arif Rachmadi, pembudidaya jaboticaba asal Ponorogo, Jawa Timur mengatakan, buah ini memiliki keunikan rasa, yakni asam, manis, segar dengan perpaduan rasa buah anggur, alpukat hingga rasa mirip buah leci. "Uniknya, perbedaan rasa juga muncul sesuai dengan pertambahan umur jaboticaba," ujar Rachmadi, panggilan karib Arif Rachmadi.

Selain memiliki bentuk pohon dengan banyak cabang yang indah dilihat serta rasa yang segar, jaboticaba juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Antara lain, antipenuaan serta memiliki antioksidan yang tinggi yang bisa membunuh sel kanker.

Mulai ngetren di tahun 2007, pemilik Putra Kencana Arta ini mengaku tidak mengetahui dengan pasti mulai kapan buah ini pertama kali masuk ke Indonesia.

Selain membudidayakan jaboticaba, ia juga menjual bibit buah ini dengan harga Rp 200.000 untuk ukuran 60 cm per pohon. Dari penjualan bibit pohon ini, Rachmadi bisa memetik omzet bulanan di kisaran Rp 11 juta-Rp 15 juta. "Kebanyakan permintaan untuk bibit," ujar Rachmandi yang mulai berbisnis jaboticaba di tahun 2008.

Dalam pertumbuhannya, jaboticaba termasuk pohon yang lambat tumbuh, apalagi bila menanam dari biji. Umur satu tahun, tinggi pohon ini hanya sejengkal saja. Ini pula yang membuat harga jaboticaba mahal. jaboticaba dengan tinggi lebih dari 3 meter bisa dijual seharga Rp 15 juta.
Rana Wijaya, pemilik Nursery Agriprospect di daerah Bogor, mulai menjual bibit jaboticaba sejak akhir 2008. Ia tertarik menjualnya setelah membaca potensi bisnis jaboticaba.

Menjual bibit jaboticaba dengan harga termurah Rp 30.000 untuk bibit setinggi 40 cm-50 cm dan termahal Rp 1,5 juta untuk pohon setinggi 2 m, saban bulan, Rana bisa memetik omzet Rp 6 juta per bulan.


Jaboticaba termasuk tanaman kuat. Namun, ia membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh dan berbuah. Upaya mempersingkat pembuahan dengan cara stek bisa mempersingkat waktu berbuahnya dari minimal delapan tahun menjadi tiga tahun saja. 

Jaboticaba merupakan tanaman yang baru menghasilkan buah setelah delapan tahun ditanam dari bijinya. Meski pertumbuhannya tergolong sangat lambat, jaboticaba termasuk tanaman yang gampang perawatannya. 

Arif Rachmadi, pembudidaya jaboticaba asal Ponorogo, Jawa Timur, mengatakan, jaboticaba bisa ditanam dalam drum atau pot besar untuk koleksi tanaman buah. Pohon ini dapat hidup dan berbuah di daerah panas dan dataran tinggi. 

Jika tanaman sudah dewasa, cukup diberi perangsang pembungaan atau inisiasi serta memperbanyak penyiraman pada bagian batang pohon. Saat jaboticaba berbuah, pohon akan terlihat indah karena buahnya menempel pada setiap batang pohon dengan jumlah yang sangat banyak.

Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah dengan ketinggian antara 0 -1.000 meter di atas permukaan laut. Anggur batang ini membutuhkan sinar matahari langsung atau daerah yang agak ternaungi. "Tumbuhan ini bisa tumbuh dengan baik di daerah tropis seperti Brasil dan Indonesia," ujar Rachmadi yang menjual bibit jaboticaba lewat usahanya Putra Kencana Arta.

Tanah tempat tumbuh anggur batang juga harus gembur, berdrainase baik, memiliki pH antara 5,5 hingga 6,5. Tanaman ini toleran terhadap angin tapi tidak terhadap udara asin di laut.

Biji jaboticaba akan tumbuh menjadi tunas baru setelah satu bulan penanaman. Media pot yang disarankan adalah dua bagian pasir kasar dan satu bagian kompos. 

Jaboticaba dapat juga diperbanyak dengan stek. Jaboticaba stek akan berbuah dalam waktu tiga tahun. Sedangkan tanaman yang diperbanyak lewat biji baru bisa berbuah setelah delapan sampai 15 tahun. Karena alasan inilah para pelanggan Rachmadi lebih menyukai metode pengembangan dengan stek. Pohon jaboticaba sudah bisa dijual saat berusia lebih dari enam bulan dengan tinggi 20 cm sampai 30 cm.

Rana Wijaya pemilik Nursery Agriprospect di Bogor (HP 081317496564) mengatakan di negara asalnya, Brasil, jaboticaba hanya membutuhkan waktu lima tahun untuk mulai berbuah. Tapi karena mungkin unsur haranya berbeda di Indonesia, waktunya lebih lama. Sekilogram buah ini dijual Rp 100.000.


Selain mudah dirawat, jaboticaba juga punya daya tahan tinggi. "Saya pernah mengirim bibit ke Kalimantan selama dua pekan tidak ada masalah," ujar Rana.

Satu-satunya hama yang menyerang jaboticaba adalah kutu daun yang akan membuat daun keriting. Meski tak akan membuat tanaman mati, daun keriting akan mengurangi keindahan. Kutu ini hanya menyerang jaboticaba berusia di bawah 1,5 tahun. "Untuk menanggulanginya cukup dengan pestisida," ujarnya. 

Rana pun merontokkan daun keriting itu agar kutu daun tidak menyebar. Setelah dua pekan, daun baru akan tumbuh. Rana mengatakan pupuk terbaik untuk tanaman ini adalah kotoran kelelawar. 

Tapi karena sulit mendapatkannya, Rana menggunakan pupuk kandang biasa. Ia juga menyemprotkan air seni kelinci yang diencerkan sebagai pupuk daun. Sebagai perawatan rutin, Rana menyiram jaboticabanya dengan air minimal dua hari sekali.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog