loading...

CARA PEMBIBITAN TANAMAN KENTANG AGAR HASIL MELIMPAH

0 comments
CARA PEMBIBITAN TANAMAN KENTANG AGAR HASIL MELIMPAH

Dalam budidaya kentang kita harus pintar dalam memilih varietas dan bibit yang unggul. Hendaknya cara yang banyak dijelaskan di buku atau di manapun percuma jika anda tidak mepraktikan di lapangan. tentunya akan berbeda jika kita berbicara dilapangan, namun saya akan memberikan ulasan setidaknya bisa membantu pekerjaan anda dalam berkebun. Istilah bibit kentang ini sebenarnya merupakan umbi yang akan dijadikan bibit atau yang akan ditanam bibit ini dapat berasal dari membibitkan sendiri atau membeli.

Apabila ingin menanam kentang untuk menghasilkan bibit perlu memperhatikan hal-hal berikut :



Lokasi

Lokasi penanamannya dipilih yang bersuhu udara sekitar 15-20oC. Lokasi ini tidak ditanami kentang dan tanaman sefamilinya sekitar 2-3 tahun. Jadi, lahan yang dipakai biasanya yang mempunyai pola penanaman tumpang gilir (rotasi). Tumpang gilir tersebut misalnya usai menanam kentang, lahan diberakan dulu, kemudian ditanami tanaman lain yang bukan sefamili selesai tanaman lain ini dipanen, lahan diberakan lagi. Dan kemudian, ditanami lagi dengan tanaman lain yang bukan sefamili. Begitu seterusnya sampai beberapa musim tanam. Baru kemudian, lahan bisa ditanami kentang. Jarak lokasi penanaman dengan tanaman lain yang sefamili minimal 360 m.

Umbi Kentang

Umbi yang akan ditanam perlu diseleksi dulu dan dipilih umbi yang sehat dan berasal dari tanaman yang bebas hama dan penyakit. Umbi yang digunakan mempunyai berat sekitar 30-80 gram. Bila beratnya kurang dari 30 gram, lebih baik jangan dipakai karena akan mempengaruhi mutu produksi nantinya. Demikian juga dengan umbi yang beratnya lebih dari 80 gram jangan digunakan karena lebih menguntungkan bila dijadikan kentang konsumsi. Selain itu, umbi berasal dari umbi yang dipanen pada kondisi tua betul.

Keadaan Lingkungan

Karena tujuan menanam untuk menghasilkan bibit, maka yang kita inginkan adalah umbi calon bibit bisa berjumlah banyak. Untuk itu ada beberapa perlakuan yang bisa dilaksanakan di lapangan.

  • Jarak tanamnya dipersempit berarti, jamlah tanaman per arealnya menjadi lebih banyak dibanding jumlah tanaman normalnya kalau penanamannya untuk keperluan konsumsi.
  • Dengan jarak tanam 10 x 70 cm, bisa meningkatkan bibit berbobot 30-45 gram dan 45-60 gram, masing-masing sekitar dan 0,5.
  • Jarak tanam 15 x 70 cm, jumlah peningkatannya antara 4,6% dan 3,1%.
  • Bila yang digunakan berukuran besar, dan kemudian umbinya dibelah, jumlah umbi yang diperoleh justru turun sebesar 2,7%.
  • Bila bibit yang ditanam dan kentang yang peka dengan Phytophtora dan penanamannya pada musim hujan, jarak tanam rapat mempunyai risiko tinggi. Jadi dalam hal ini, jarak tanam juga memperhitungkana jenis kentang apa yang ditanam dan kapan atau musim apa penanaman dilakukan.

Cara bertanam kentang untuk bibit tidak berbeda dengan cara bertanam kentang pada umumnya kentang untuk konsumsi.

Bila penanaman sudah dilakukan, lantas diketahui ada gejala serangan penyakit, segera tanaman ini dibuang. Bila yang diserang tanaman yang sudah berumbi, bisa dicoba dengan melakukan pemangkasan batang tanaman. Ini maksudnya, agar tanaman menumbuhkan tunas baru.

Biasanya, tunas baru masih dalam keadaan sehat dan untuk menghindari penyakit, tunas tersebut segera semprot dengan pestisida.

Ketika tanaman berumur 60-70 hari (tergantung dari genjah tidaknya varietas yang ditanam), tanaman mulai dipermatikan. Caranya dengan memotong rumpun batang tanaman atau dengan menyemprotkan herbisida, seperti Gramoson. Maksud pematian tersebut agar tanaman tidak diserang penyakit dan mencegah menjamurnya penyakit.

Setelah penatian, umbi-umbi dibiarkan tua di dalam tanah. Penanaman umbi dilakukan setelah umur panen. (Umur panen tergantung varietasnya). Dengan pemanenan umbi yang tua, kulit umbi menjadi kuat tidak mudah lecet luka (mengelupas). Yang perlu diketahui pula, umbi yang dipanen dalam usia tua bisa memperpendek umur umbi ketika disimpan di gudang (untuk penyimpanan lihat bab Panen dan Pascapanen). Jadi, umbi yang belum lama disimpan, sudah mulai bertunas. Ini berarti, umbi bisa cepat ditanam lagi.

Ubi untuk bibit hanya dapat diulang dua atau tiga kali pembibitan saja. Jadi, dari bibit pertama kali diperoleh atau anggap saja generasi pertama (F1), setelah ditanam akan menghasilkan umbi calon bibit generasi kedua (F2). Dari umbi itu, bila ditanam lagi akan dihasilkan generasi ketiga (F3). Generasi ketiga ini sebaiknya tidak ditanam lagi karena akan menurunkan produksi umbinya. Jadi, generasi ketiga ditanam hanya untuk keperluan konsumsi dan bukan bibit.
sumber : http://www.agrotani.com

read more

CARA BUDIDAYA TANAMAN BENGKUANG

2 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2017/08/cara-budidaya-tanaman-bengkuang.html


Bengkoang ataupun bengkuang ini ialah tumbuhan yang berjenis menjalar. tumbuhan ini dapat mempunyai panjang yang mencapai panjang hingga 5 atau 6 meter dengan kebiasaannya menjalar serta membelit. Bengkuang ini diambil umbinya serta dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan, atau dibuat tepung, bahan baku obat dan bisa juga sebagai pangan olahan lainnya. 

Ada 2 varietas dari bengkoang yang dapat dibudidayakan di Indonesia yakni varietas genjah serta badur. Varietas genjah memiliki umur panen yang lebih cepat yakni sekitar 4-5 bulan sedangkan untuk badur panennya berumur sekitar 7-11 bulan. 

Budidaya bengkuang sendiri cocok jika dilakukan didataran rendah sampai ketinggian 1500 mdpl. Namun ketinggian yang paling ideal ialah 200-800 mpdl dengan memiliki curah hujan sekitar 700-1000 mm per tahunnya. Suhu ideal tumbuh diantara 25 sampai 28 derajat celsius. Tumbuhan bengkuang snediri tumbuh baik di tanah lempung berpasir dengan memiliki kandungan hara yang tinggi serta keasaman dikisaran 4,5-8 pH. berikut ini :



Cara Budidaya Bengkuang
1. Persiapan Benih Bengkuang


Benih dari bengkuang ini bisa didapatkan melalui 2 cara, yakni pertama dengan menyeleksi dari tanaman yang telah ada. Caranya dengan memilih beberapa tanaman yang terlihat sehat, lalu dibiarkan tanaman itu tumbuh berbunga hingga mengeluarkan polong. Sedangkan dari tanaman lainnya tetap dipangkasi bungannya, karena tanaman bengkuang yang bunganya tidak segera dipangkas, tidak akan memberikan hasil umbi. Polong yang telah tumbuh sampai tua, polong tersebut siap dipanen sebagai benih. Jika benih akan disimpan, sebaiknya jangan dulu dibuka kulit polongnya. Jikapun telah dibuka, harus disimpan ketempat yang kering serta tertutup dengan rapat. Dengan penyimpanan yang baiklah benih dapat bertahan sampai 1 tahun. Untuk cara kedua yakni dengan menyeleksi dari benih hasil panen. Dengan memilih beberapa umbi yang dengan kualitas yang bagus, dapat dilihat dari ukuran serta bentuknya. Lalu umbi disimpan ditempat yang mempunyai kelembaban yang cukup. Biarkanlah tunas tumbuh di umbi tersebut. Sesaat setelah tunas mulai tumbuh, lakukan seleksi pada tunas tersebut. Tunas yang paling bagus ialah tunas yang paling dekat dengan pusat dari umbi. Lalu tanaman bengkuang itu dibiarkan bunganya tumbuh sampai menghasilkan polong. Setelah polong ada, kemudian dapat dipanen dan dijadikan benih. Cara yang kedua ini dapat menghasilkan benih yang lebih bagus dan lebih baik dari cara pertama.

baca juga artikel tentang tanaman buah lainnya :



2. Pengolahan Tanah dan Penanaman
Untuk cara pengolahan tanah, tanah pertama - tama harus dibajak ataupun dicangkul dengan bertujuan agar tanah menjadi gembur. Lalu buat bedengan supaya drainase tanah berjalan dengan baik. Lebar bedengan seluas 1 meter dengan tinggi mencapai 20-25 cm, panjang bedengan harus disesuaikan dengan kontur dari tanah beserta jarak antar bedengan mencapai 40-50 cm. Setelah pengolahan tanah, lakukan penebaran ataupun campurkan dengan pupuk kandang ataupun kompos. Banyaknya pupuk dasar kira - kira 20 ton yang digunakan dalam per hektarnya. Lalu aduk sampai merata. Kemudian buat sebuah lubang tanam dengan cara ditugal dengan kedalaman 5-7cm dan dalam 1 bedeng dibuat 2 baris lubang yang memiliki jarak dalam barisnya 25 cm serta jarak antar barisnya 30 cm. kemudian masukkan benih bengkuang disetiap tugalan sebanyak 1 biji dan timbun dengan menggunakan tanah dan siram sedikit agar kelembapan tanah terjaga. Kebutuhan benih dari bengkuang kira - kira mencapai 25-30 Kg per hektarnya. Catatan, untuk sebelum melakukan penanaman, sebaiknya benih bengkuang direndam terlebih dahulu sampai 6-12 jam, dan tiriskan serta biarkan selama 1 hari lamanya. Dari sana akan terlihat calon - calon tunas yang akan tumbuh pada biji bengkuang. Setelah itu bibit dapat ditanam.

3. Perawatan Budidaya Bengkuang
Bengkuang ini termasuk kedalam tumbuhan yang tahan terhadap kekeringan atau kemarau. Tapi jika yang terjadi kekeringan ekstrim, harus dilakukan penyiraman yang secukupnya. Dan untuk catatan, jangan dilakukan penyiraman setengah basah karena akan menjadikan tumbuhan mati serta layu. Ketika benih telah berumur 2 minggu, biasanya telah terlihat batang dan mulai menjalar. Disaat kondisi ini dapat dilakukannya penyiangan tergantung dari kondisi lahan. Disaat ini jugalah penyulaman dilakukan bagi tanaman bengkuang yang tidak tumbuh. Gunakan kacang tanah untuk penyulaman karena kacang tanah memiliki fungsu dalam memperkaya nitrogen ditanah. Diumur memasuki 3 minggu, tambahkanlah pupuk kompos kering atau bisa dengan menggunakan sekam ayam. Dan ketika mencapai 1 bulan, lakukan proses pengguntingan pucuk daun di semua tumbuhan yang ada. lakukan juga pengguntingan disaat bengkuang berumur 2 bulan serta bulan 3,5, ini dilakukan untuk memancing tunas baru yang akan tumbuh dan perkembangan umbi menjadi lebih cepat serta dilakukan apabila bunga 80% telah mekar.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit
Budidaya bengkuang ini sendiri biasanya tidak mempunyai hama ataupun penyakit. namun tetap harus diperhatikan jika timbulnya bercak daun, tungau daun merah serta kumbang dengan cara rotasi tumbuhan dengan palawija lain, pengolahan tanah harus sempurna, sanitas kebun serta pemilihan benih ataupun bibit yang baik.

5. Pemanenan Budidaya Bengkuang

Tumbuhan bengkuang ini mulai dapat dipanen diumur 4 bulan dengan cara dicabut ataupun digali. Budidaya bengkuang yang benar dan baik dapat menghasilkan 7-8 ton per hektarnya
sc :deedzarinthebest

read more

CARA MUDAH BUDIDAYA SAWI PUTIH

1 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2017/08/cara-mudah-budidaya-sawi-putih.html

Petsai atau sawi putih adalah jenis tanaman sayur daun yang berasal dari familiki Cruferae atau kubis-kubisan. Tanaman sawi putih ini konon berasal dari Tiongkok dan Asia Timur dan telah dibudidayakan sejak 2500 tahun yang lalu. Sawi putih banyak digemari masyarakat karena memiliki rasa yang enak dan juga kaya akan vitamin A, vitamin B dan vitamin C. 
http://tipspetani.blogspot.com/2017/08/cara-mudah-budidaya-sawi-putih.html


Cara Budidaya Sawi Putih
Syarat Tumbuh

Sawi atau Petsai akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl, yang memiliki suhu sekitar 19-21 derajat celcius, memiliki kelembaban udara sekitar 80%-90% serta memiliki curah hujan sekitar 100 sampai 1500 mm/tahun. Apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, sawi putih akan tetap tumbuh namun kurang subur.

Persiapan Bibit Sawi Putih

Untuk setiap hektar lahan dibutuhkan sekitar 200 hingga 250 gram benih. Jika benih sudah disiapkan, selanjutnya semaikan benih ke media semai yang telah disiapkan sebelumnya. Media semai tersebut dibuat dengan mencampurkan tanam dengan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 3:1 atau 2:1. Media semai yang telah dicampur selanjutnya disaring dengan menggunakan ayakan pasir lalu dimasukkan ke dalam bumbungan semai yaitu semacam polybag yang terbuat dari daun pisang. Setiap hektar lahan dibutuhkan sebanyak 34.000 hingga 35.00 bumbungan semai.


Selanjutnya, buatlah bedengan dengan ukuran lebar 100 cm dan tinggi sekitar 15-20 cm untuk menyemaikan benih. Bagian sisi-sisi bedengan diberi pembatas dengan menggunakan bilah bambu atau kayu.

Sehari sebelum penyebaran benih, media semai disiram hingga bagian dasar bumbungan agar lembab. Benih ditanam satu per satu secara berurutan pada bagian tengah media. Setelah benih ditanam, timbun kembali permukaan media bumbungan dengan media semai setinggi 0,5 cm. Setelah itu, tutup bedengan persemaian selama 3-4 hari dengan menggunakan karung, daun pisang atau plastik hingga benih mulai berkecambah.

Setelah benih mulai berkecambah, buka penutup bedengan dan siram secara rutin agar kelembaban media semai terjaga. Jika bibit nampak terserang penyakit dumping off (bibit rebah), lakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida benlate dengan dosis 1 g/liter air atau orthocide dengan dosis 3 g/liter air.Setelah bibit berumur 18-20 hari atau bibit telah memiliki 2 helai daun sejati, bibit dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan Tanam

Lakukan penyiangan pda gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di lahan tanam, setelah itu, tanah pada lahan tanam yang akan digunakan untuk budidaya sawi putih di gemburkan terlebih dahulu dengan menggunakan cangkul. Jika pH tanah kurang dari 5,0, maka lakukan pengapuran.

Setelah itu lakukan pemupukan dasar pada lahan dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Selain menggunakan dua pupuk itu dapat pula menggunakan pupuk NPK.

Penanaman Sawi Putih

Sebelum menanam sawi, buatlah lubang tanam sedalam cangkul atau berukuran sekitar 30 cm x 30 cm x 30 cm dengan jarak tanam sekitar 50 cm x 60 cm. Waktu yang baik untuk melakukan penanaman yaitu pada pagi atau sore hari. Jika lubang tanam sudah iap, selanjutnya lakukan penanaman. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, lalu masukkan tanah halus sedikit demi sedikit dan tekan perlahan agar bibit berdiri tegak. Setelah itu, siram bibit dengan menggunakan air hingga benar-benar basah.

Pemeliharaan Sawi Putih

Penyiraman

Penyiraman dilakukan sebanyak 1-2 kali sehari pada awal tanam yaitu pada pagi dan sore hari.

Pemupukan Susulan dan Sanitasi Lahan
Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu saat sawi putih berumur 2 minggu dan 4 minggu. Pupuk yang diberikan berupa pupuk urea. Za dan KCl. Pemberian pupuk ini dilakukan dengan cara melingkari tajuk tanam sejauh 15-20 cm dengan kedalaman sekitar 10 cm – 15 cm. Sanitasi lahan dilakukan 1-2 kali sebelum pemupukan yaitu saat tanaman berumur 2 minggu dan 4 minggu.

Pencegahan Hama dan Penyakit
Untuk mencegah hama dan penyakit, lakukan penyemprotan pestisida secara rutin setiap 1-2 minggu sekali dengan dosis sesuai dengan populasi hama.

Penjarangan dan Penyulaman
ketika tanaman sawi berumur sekitar 10-15 hari, lakukan penjarangan. Karena tanaman sawi putih berumur pendek yaitu hanya 2-3 bulan saja, penyulaman hampir tidak dilakukan. Namun, jika ada tanaman mati harus segera diganti dengan bibit yang baru.
Masa Panen Sawi Putih

Sawi putih/Petsai yang sudah berumur 25-65 hari (bergantung pada varietasnya) sudah siap untuk dipanen. Ciri-ciri sawi putih yang siap panen yaitu krop kompak dan berukuran besar. Cara memanen sawi putih yaitu dengan memotong bagian batang di atas tanah dengan pisau tajam.

read more

CARA YANG BENAR BUDIDAYA NANGKA MADU

1 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2017/08/cara-yang-benar-budidaya-nangka-madu.html


1. Pemilihan Benih Nangka Madu
Benih yang digunakan untuk budidaya Nangka Madu ini haruslah yang sehat dan juga subur. Dengan membuat lubang yang berukuran 60 x 60 x 60 cm dan lubang tersebut dibiarkan dalam jangka waktu 1 hingga 2 hari lamanya. Untuk melakukan tahapan penanaman benih, dilakukan dengan membuat lubang yang ukurannya sebesar polybag yang terdapat dipertengahan lubang penanaman. Lepaskan polybag dan tanamkanlah benih didalam lubang yang telah disediakan. Setelah itu padatkan tanah yang ada dikeliling pangkal dengan keras dan sempurna, kemudia siram benih yang telah ditanam tersebut dengan air secukupnya agar tidak terlalu kering. Benih yang baru ditanam harus diikat dengan menggunakan kayu yang panjang dalam mendapatkan pertumbuhan pokok yang tegak lurus. Benih dari Nangka Madu ini juga perlu dilindungi dengan menggunakan dau kelapa guna mengurangkan kesan tegasan yang ada di ladang. Buat kondisi kelembapan tanah yang maksimal dengan cara melindungi bagian pangkal benih.

http://tipspetani.blogspot.com/2017/08/cara-yang-benar-budidaya-nangka-madu.html
2. Pengairan Nangka Madu
Pengairan menjadikan sistem yang sangat diperlukan disaat pokok nangka yang telah matang, apalagi telah mencapai kondisi berbunga dan juga berbuah. Sistem pengairan yang biasa digunakan untuk budidaya Nangka Madu ini ialah pengairan titis karena proses pengairannya yang sangatlah baik namun memerlukan cost pembangunan, operasi dan juga penyelenggaraan yang sangat rendah. Di sistem pengairan titis ini, air yang ditapis dibekalkan terus untuk setiap pokok nangka dengan cara perlahan dan juga bisa menggunakan penyebaran yang telah dipasang disatu rangkaian pipa yang ada dilokasi yang telah ditentukan.

baca juga artikel tentang tanaman buah lainnya :
CARA BUDIDAYA TANAMAN BENGKUANG
CARA BENAR BUDIDAYA TANAMAN BUAH TIN


http://tipspetani.blogspot.com/2017/08/cara-yang-benar-budidaya-nangka-madu.html
3. Panen Nangka Madu
Ciri buah Nangka Madu yang telah matang biasanya ditandai dengan tangka yang terlihat menciut dan juga dibagian tangkal buahnya membengkak. Jika diketok - ketok, buah Nangka Madu ini mengeluarkan bunyi kosong atau tidak padat. Nangka Madu ini biasanya akan cepat proses pematangan jika buahnya dibungkus. Pembungkusann sendiri dilakukan supaya terhindari dari hama seperti lalat buah. Buah Nangka Madu yang dibungkus ketika ukurannya mencapai 8-10 cm dan boleh dipetik ketika 14 minggu setelah pembungkusan.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog