OBAT TRADISIONAL RADANG TENGGOROKAN

1 comments

Rasa sakit pada tenggorokan merupakan gejala adanya penyakit pada saluran pernapasan. Salah satunya adalah penyakit radang tenggorokan. Mungkin banyak yang menganggap bahwa ini adalah penyakit sepele. Namun jika terus dibiarkan akan berakibat fatal.

Secara medis, radang tenggorokan adalah suatu kondisi ketika tenggorokan terinfeksi bakteri. Kondisi ini menyebabkan tenggorokan mengalami iritasi, peradangan, suara serak, batuk, gatal dan terasa sakit saat menelan.

Penyebab Radang Tenggorokan

Bakteri Streptococcus Pyogenes yang dikenal juga sebagai kelompok streptokokus A, merupakan penyebab umum dari penyakit radang tenggorokan. Jenis bakteri ini sangat menular dan dapat menyebar melalui udara ketika Anda batuk dan bersin. Selain itu, bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan, minuman, atau barang-barang yang sudah terinfeksi oleh jenis bakteri ini.

Gejala Radang Tenggorokan

Tanda-tanda umum yang muncul ketika seseorang mengalami radang tenggorokan, antara lain sebagai berikut:

  • Tenggorokan terasa sakit
  • Amandel membengkak dan berwarna merah. Terkadang ada bercak putih dan lapisan nanah pada amandel
  • Ada bintik-bintik merah kecil di bagian belakang atap mulut
  • Kesulitan menelan, bahkan air liur sekalipun
  • Kelenjar getah bening pada leher membengkak
  • Demam tinggi, biasanya lebih dari 38,3 derajat Celcius (101 derajat Fahrenheit)
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Badan terasa lelah
  • Nyeri atau bengkak pada sendi
  • Perut terasa sakit dan terkadang disertai dengan muntah
Itu merupakan gejala paling umum terjadi pada penderita radang tenggorokan. Tapi bisa saja gejala tersebut merupakan pertanda dari penyakit lain.


Cara Mengobati Radang Tenggorokan
Berikut ini bahan-bahan alami yang bisa Anda gunakan sebagai obat radang tenggorokan tradisional:

1. Teh jahe

Anda bisa menambahkan satu inci potong jahe yang dimemarkan kemudian rebus selama dua hingga menit. Lalu, campur dengan teh yang telah Anda buat sebelumnya.

2. Teh chamomile

Teh chamomile hangat juga dapat mengurangi sakit tenggorokan karena bisa mengatasi peradangan. Seduh dua kantung teh chamomile dengan satu cangkir air mendidih. Jika ingin mendapat rasa manis, Anda bisa menambahkan madu.


3. Kumur dengan campuran kunyit, air, dan garam

Ini adalah obat rumahan yang sangat efektif untuk menghilangkan rasa sakit pada tenggorokan. Ditambah lagi, bahan-bahan yang diperlukan pasti selalu tersedia di dapur Anda. Campurkan satu sdt garam dan sejumput kunyit dengan 200 ml air hangat kemudian berkumurlah beberapa kali sehari.

4. Daun Kemangi

Rebus daun kemangi dan minumlah air rebusannya. Atau cukup berkumur dengan air rebusan kemangi akan membuat sakit tenggorokan Anda membaik.

5. Madu dan lemon

Minumlah secangkir air hangat yang dicampur dengan satu sdm lemon dan satu sdm madu. Campuran ini dikenal sebagai obat ampuh untuk atasi sakit tenggorokan. Jika tidak ada lemon, satu sdm madu tanpa tambahan air juga bisa mengurangi sakit tenggorokan karena madu adalah antibiotik alami. Tapi sebaiknya madu tidak diberikan pada anak-anak di bawah usia dua tahun.

6. Menghirup uap panas

Obat kuno untuk mengatasi sakit tenggorokan adalah menghirup uap. Taruh air panas dalam panci lalu letakkan di depan Anda. Pakailah handuk di kepala untuk mencegah uap menyebar. Hirup uap dari panci tak hanya melalui hidung tapi sesekali juga melalui mulut.

7. Konsumsi Sup

Saat tenggorokan sakit, biasanya kita akan sulit makan dan menelan. Oleh karena itu, cobalah mengkonsumsi sup misalnya sup ayam yang hangat dengan rasa sedikit agak asam. Itu tidak hanya meringankan rasa sakit tapi juga memastikan Anda mendapat nutrisi untuk melawan peradangan.

8. Minum jus lemon tanpa gula

Campurkan 2 sendok makan jus lemon (dari perasan 1/2 lemon) ke dalam segelas air hangat. Jangan tambahkan gula. Minumlah 2-3 kali sehari dalam keadan perut kosong (sekitar 30-60 menit sebelum makan).

9. Makan bawang putih

Bawang putih mengandung senyawa bernama allicin yang merupakan agen pembunuh bakteri. Jadi cobalah mengunyah bawang putih agar mengeluarkan senyawa allicin demi mengatasi radang tenggorokan.

10. Jus buah belimbing

Buah belimbing ternyata memiliki khasiat sebagai anti-radang yang bisa digunakan untuk mengobati radang tenggorokan. Caranya ambil 100 gram buah belimbing manis, lalu dibuat jus dan diminum. 

Mengobati Radang tenggorokan dengan cengkeh

Cengkih atau cengkeh merupakan salah satu bahan herbal yang baik untuk megobati sakit tenggorokan. Cara Membuatnya cukup mudah. Siapkan serbuk cengkih sebanyak 1-2 sendok teh dan setengah gelas air matang. Campurkan cengkih dan air,pergunakan campuran serbuk cengkeh dan air tersebut untuk berkumur. Cengkih mempunyai sifat antibakteri dan anti radang yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.

read more

TUMBUHAN YANG SUDAH LANGKA DI INDONESIA

0 comments
Kekayaan Indonesia tidak perlu diraguan lagi. Baik dari flora dan fauna, Indonesia sangat kaya akan hal itu. Namun, seiring bertambahnya waktu keberadaan atau jumlah dari hewan atau tumbuhan yang ada di Indonesia semakin berkurang dan sedikit. Tentu jika berlangsung terus-menerus, bukan tidak mungkin suatu jenis flora atau fauna mengalami kepunahan. 

Di bawah ini adalah TUMBUHAN YANG SUDAH LANGKA DI INDONESIA

1. Raflesia Arnoldi




Bunga Rafflesia hidup di Taman Nasional Bengkulu, mempunyai ukuran dengan diameter bunga yang hampir mencapai 1 meter. Bunga ini terkenal dengan sebutan bunga bangkai karena mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga digunakan untuk menarik lalat yang hinggap dan membantu penyerbukan. Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan parasit yang memerlukan inang untuk hidupnya. Saat ini kondisi habitat Raflesia Arnoldi sangat memprihatinkan sehingga jumlahnya menurun drastis dari tahun ke tahun. Menyusutnya habitat bunga tersebut di antaranya disebabkan kegiatan manusia seperti pembukaan wilayah hutan baik untuk kegiatan pertambangan, pertanian, maupun permukiman.


2. Bunga Bangkai Raksasa



Bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatra, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia. Nama bunga ini berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat untuk menyerbuki bunganya.

3. Kantong Semar




Kantong semar merupakan jenis tanaman langka karnivora. Sewaktu daun masih muda, kantong pemangsa pada Nepenthes tertutup. Lantas, membuka ketika sudah dewasa. Namun bukan berarti kantung flora karnivora ini menutup sewaktu masih muda saja. Ia menutup diri ketika sedang mengganyang mangsa. Tujuannya supaya proses pencernaan berjalan lancar dan tidak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang sudah ia peroleh.

4. Damar




Tanaman langka ini berasal dari papua. Damar adalah salah satu jenis pohon potensial yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman langka ini tingginya bisa mencapai 60 m dan dimeternya 2 m.


5. Cendana




Cendana atau cendana wangi, merupakan tanaman langka penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma terapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.

6. Bulian




Diameter batang mencapai 95 cm dengan tinggi pohon sampai dengan 36 m. Tumbuh pada ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Biasanya tumbuh di daerah lereng perbukitan dengan tanah berpasir. Biasanya dipakai untuk konstruksi berat karena sifatnya yang kuat dan tahan lama. Tersebar di Kalimantan, Maluku, Sumatera dan Malaysia.


7. Anggrek Tebu



Anggrek tebu merupakan anggrek terbesar, paling besar dan paling berat diantara jenis-jenis anggrek lainnya. Dalam satu rumpun dewasa, anggrek tebu dapat mencapai berat lebih dari 1 ton dan mempunyai panjang malai hingga 3 meter dengan diameter malai sekitar 1,5-2 cm. Itulah sebabnya jenis tanaman langka ini layak menyandang predikat sebagai anggrek terbesar dan terberat atau anggrek raksasa.

8. Jelutung




Jelutung atau jelutong (Dyera costulata, syn. D. laxiflora) adalah spesies pohon dari subfamilia oleander. Pohon ini dapat tumbuh hingga 60 meter dengan diameter sebesar 2 meter. Pohon ini tumbuh di semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sumatra dan bagian selatanThailand.


9. Bayur




Tanaman langka indonesia ini memiliki nama daerah balang, wadang, walang,dan wayu. Bayur adalah jenis tanaman langka yang memiliki kualitas kayu bagus.


10. Tengkawang



Tengkawang adalah nama buah dan pohon dari genus Shorea yang buahnya menghasilkan minyak nabati. Pohon Tengkawang hanya terdapat di pulau Kalimantan dan sebagian kecil Sumatra. Dalam bahasa Inggris, jenis tanaman langka ini dikenal sebagai Illepe Nut atau Borneo Tallow Nut. Pohon yang terdiri atas belasan spesies (13 diantaranya dilindungi dari kepunahan) ini menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Barat.

read more

TUMBUHAN TUBA PERACUN IKAN DAN SERANGGA

0 comments

Tuba, dalam bahasa ilmiah disebut Derris elliptica, merupakan jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai peracun ikan. Akar tanaman Tuba ini memiliki kandunganrotenone, sejenis racun kuat untuk ikan dan serangga (insektisida).

Tuba sering disebut juga sebagai Akar Tuba. Dalam bahasa Inggris biasa disebut sebagai Derris Root, Duva Ni Vavalagi, atau Tuba Root. Tanaman memanjat (liana) ini mempunyai beberapa nama lokal seperti; tuwa laleur, tuwa leteng, areuy kidang(Sunda), jenu, jelun,tuba, oyod tungkul, tungkul (Jawa), tobha, jheno, mombul (Madura).

Di negara lain dikenal dengan sebutan Tuba (Brunei), Hon (Laos), K’biehs (Kamboja),tuba root, tugling-pula (Filipina), Touba (Perancis), Akar Tuba (Malaysia), Lai Nam(Thailand).

Tumbuhan Tuba (Derris elliptica) yang berpotensi sebagai biopestisida ini selain dijumpai hampir di seluruh wilayah di Indonesia juga terdapat di Bangladesh, Asia Tenggara, dan beberapa kepulauan di Pasifik.

Ciri-ciri Tanaman Tuba. Tuba merupakan tumbuhan berkayu memanjat (liana) 7 – 15 pasang daun pada tiap rantingnya. Daun muda berambut kaku pada kedua permukaannya. Di bahagian bawah daun diliputi oleh bulu lembut berwarna perang. Batangnya merambat dengan ketinggian hingga 10 meter. Ranting-ranting Tuba tua berwarna kecoklatan.


Mahkota bunga tumbuhan Tuba berwarna merah muda serta sedikit berbulu. Tumbuhan beracun ini juga mempunyai buah berbentuk lonjong (oval), dengan sayap yang tipis di sepanjang kedua sisi. kekacang nipis dan rata berukuran 9 cm, lebar 0.6 – 2.5 cm. dan terdapat 1 – 4 biji dalam satu kekacang.

Tumbuhan peracun ikan ini tumbuh terpencar-pencar, di tempat yang tidak begitu kering, di tepi hutan, di pinggir sungai atau dalam hutan belukar yang masih liar dan kadang-kadang ditanam di kebun atau pekarangan. Di Jawa tanaman Tuba didapati mulai dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1500 m dpl.

Manfaat Tanaman Tuba. Tanaman ini merupakan penghasil bahan beracun yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama serangga, baik di luar ruangan maupun didalam ruangan. Disamping rotenon sebagai bahan aktif utama, bahan aktif lain yang terdapat pada akar tanaman Tuba (Derris elliptica) adalah deguelin, elliptone, dantoxicarol.

Tanaman ini sering digunakan sebagai racun ikan. Namun dapat juga dapat digunakan sebagai insektisida, yaitu untuk pemberantasan hama pada tanaman sayuran, tembakau, kelapa, kina, kelapa sawit, lada, teh, coklat, dan lain-lain. Di Kalimantan, ekstrak akarnya digunakan sebagai racun untuk anak panah.


POTENSI BUDI DAYA TUBA

Tingginya harga pestisida belakangan ini, telah mengakibatkan petani kesulitan mengatasi serangan hama dan penyakit. Di lain pihak, konsumen juga mulai sadar, bahwa penggunaan pestisida kimia pada budidaya komoditas pangan, sayuran dan buah-buahan, potensial menimbulkan gangguan kesehatan.

Dengan kondisi seperti ini, penggunaan pestisida organik dalam budidaya komoditas pangan, sayuran dan buah-buahan, menjadi salah satu alternatif yang menarik. Alternatif lain adalah penggunaan net putih (kain kelambu), yang menutup seluruh areal pertanian. Cara seperti ini sudah lazim dilakukan untuk budidaya buah-buahan dan sayuran di beberapa negara. Misalnya di Jepang dan Taiwan. Di Indonesia, penggunaan net pada lahan pertanian antara lain dilakukan di areal penanaman tembakau cerutu di Klaten, dan Jember.

Bagi petani Indonesia (perorangan), penggunaan net untuk buididaya tanaman pangan, sayuran dan buah-buahan masih terlalu mahal. Penggunaan pestisida organik sebenarnya juga sudah biasa dilakukan petani, tetapi masih sebatas pada budidaya udang dan bandeng di tambak air payau. Bahan pestisida organik yang mereka gunakan antara lain daun tembakau, dan biji teh. Hasilnya cukup efektif, dan tidak menimbulkan timbunan residu yang mencemari lingkungan. Namun daun tembakau dan tumbukan biji teh. Masih belum banyak digunakan oleh para petani di lahan pertanian.

Salah satu sumber pestisida organik yang potensial untuk dibudidayakan secara massal adalah tuba (jenu, Derris elliptica). Sekarang ini, kita sudah melupakan tanaman tuba. Jarang sekali orang yang mengenal sosok tumbuhan ini, meskipun peribahasa “Air susu dibalas dengan air tuba.” masih tetap diajarkan di sekolah. Masyarakat pedesaan, hanya mengenal tuba sebagai racun untuk menangkap ikan di sungai. Tuba adalah tumbuhan liana, yakni batangnya berkayu, tetapi memanjat dengan cara membelit. Hingga budidaya tuba memerlukan tiang atau tumbuhan lain sebagai panjatan.

Sebenarnya ada sekitar 204 spesies, sub spesies, varietas, dan kultivar Derris., tetapi yang paling banyak dibudidayakan masyarakat hanyalah Derris elliptica. Tuba bisa diperbanyak dengan cara generatif (melalui biji), maupun vegetatif (stek batang/cabang). Perbanyakan dengan stek batang/cabang, akan lebih cepat menghasilkan individu tanaman baru. Meskipun perbanyakan secara massal, akan lebih ekonomis menggunakan biji yang disemai. Pertumbuhan tuba agak lamban. Diperlukan umur di atas 5 tahun, agar tanaman mampu menghasilkan bunga dan buah (biji).

Bunga tuba berbentuk malai dengan warna pink cerah. Masing-masing kuntum bunga akan menghasilkan polong, yang hanya berisi satu biji, dengan bentuk dan ukuran sebesar biji buncis. Polong tuba akan berjatuhan di sekitar tajuk tanaman. Masa dorman biji tuba sangat singkat, kurang dari satu bulan. Hingga biji yang terkumpul harus segera disemai. Penyemaian dilakukan dalam wadah pot yang cukup besar (tinggi), dengan media pasir campur humus atau kompos. Wadah semai harus cukup tinggi, sebab akar tuba akan tumbuh terlebih dahulu, dengan ukuran cukup panjang.

Penyemaian biji tuba memerlukan waktu sekitar dua bulan, baru akan menumbuhkan tunas. Keping biji tuba akan tetap berada dalam media, hingga yang keluar hanyalah tunas bakal batang. Setelah tunas keluar, wadah semai dibongkar, dan kecambah tuba dengan akarnya yang sangat panjang itu dipindah satu-satu ke pot paling kecil, atau gelas plastik yang telah dilubangi bagian bawahnya. Semaian tuba dari biji baru bisa ditanam di lapangan pada umur di atas satu tahun. Beda dengan benih stek yang pada umur tiga sampai empat bulan sudah bisa dipindah ke lapangan.

Bahan stek tuba berupa cabang atau ranting berdiameter sebesar pensil atau jari tangan orang dewasa, dengan panjang potongan 30 cm. Bagian pangkal potongan stek, diolesi Rootone atau Bioroota (zat perangsang pertumbuhan akar). Kalau tidak tersedia dua bahan ini, bisa diganti dengan cairan umbi bawang merah yang dipotong. Penyemaian bisa dilakukan dalam pot dengan merdia pasir dan humus, atau di dalam lubang semai. Pot dan lubang semai harus disungkup dengan plastik bening, sampai tunas stek tumbuh. Pembukaan sungkup dilakukan secara bertahap, hingga semai tidak stres.

Budi daya tuba secara massal untuk tujuan komersial, tidak memerlukan tiang panjatan. Benih hasil semaian biji maupun setek, ditanam dengan jarak rapat pada bedengan, seperti halnya budidaya kentang atau ubijalar. Setelah satu tahun, bedengan dibongkar, akar tuba dipanen. Sebagian tajuk tananan dibuang, atau dijadikan bahan stek baru. Tanaman yang sudah dipanen akarnya, bisa ditanam kembali, untuk dipanen tahun depan, dengan hasil yang akan semakin tinggi. Hasil panen akar tuba, bisa langsung digunakan sebagai pestisida, bisa dikeringkan dan disimpan.

Akar tuba mengandung Rotenone, Tubatoxin, atau Paraderil (C23H22O6), yag merupakan racun kontak sangat kuat. Rotenone dari akar tuba, diambil dengan cara ditumbuk, kemudian dicampur air. Air tumbukan akar tuba akan berwarna putih susu, dan berbau sangat keras khas Rotenone. Aplikasi dalam pemberantasan hama di lahan pertanian, dilakukan seperti biasa, dengan cara penyemprotan menggunakan sprayer. Warna air tuba yang putih seperti susu inilah yang telah mengilhami nenek moyang kita menciptakan kiasan: “Air susu dibalas dengan air tuba!'

read more

MENGENAL TANAMAN ANDALIMAN KHAS SUMATERA

0 comments
Andaliman ini begitu Populer dan sangat dikenal,sampai ada Kalimat yang mengatakan ''Kalau Tidak Kenal Andaliman Jangan Ngaku Orang Batak'' begitulah sepenggal Kalimat yang Menyebutkan atau Menyatakan Jati Diri Orang Suku Batak.

Gambar Andaliman dan Pohonnya
Tapi Tahukah Anda apa itu Andaliman...???!!!

Andaliman adalah Sejenis Rempah yang dinamakan Rempah Tuba oleh Masyaraka Orang Suku Batak,Andaliman ini sering dipergunakan sebagai Bumbu Penyedap Rasa Makanan oleh Orang Suku Batak dalam Menghidangkan dan Menyajikan Makanan Khas Suku Batak,seperti Makan Arsik Ikan Mas,biasa Andaliman ini adalah Bumbu Andalan untuk menyajikan Makan Khas Batak tersebut,Bahkan tidak lengkap Rasanya jika Rasa Andaliman ini tidak ada.

Sejarah Andaliman

Salah satu Rempah yang sampai saat ini masih di Budidayakan oleh Petani Suku Batak memiliki Sejarah yang sangat panjang,Bahkan sampai Penjajahan Belanda di Indonesia,
Begitu Eksotisnya Rempah Nusantara ini membuat Perusahaan Persatuan Dagang Belanda untuk Hindia Timur atau VOC (Vereenigde Osst Indische Compagnie) sekitar 400 Tahun yang lalu datang untuk Mengambil dan Memanfaatkan bahkan Menguasai Rempah ini.

Rempah Tuba juaga tidak hanya di kenal di Indonesia saja,bahkan Luar Negri seperti Amerika dan Cina,Rasa Pedas dan membuat Lidah Bergetar yang dihasilkan dari Rempah ini,

Di Luar Negeri Rempah Tuba tidak hanya sebagai Penyedap Rasa Makanan,Bahkan untuk Industri.

Rempah Tuba atau yang lebih dikenal dengan Nama Latin Zanthoxylum memiliki sebutan yang berbeda-beda di Tanah Batak,seperti yang Kita Ketahui Tanah Batak sangat Luas.
Di Daerah Tanah Batak Toba Rempa ini memiliki sebutan Andaliman,di Daerah Simalungun,Tanah Karo dan Dairi Rempa ini memiliki sebutan Tuba,dan di Tanah Tapanuli Selatan Rempah ini memiliki sebutan Syiarnyar.Pemberian Nama atau Sebutan Rempah ini ditentukan oleh Ukuran,Buah dan Bentuk Duri dari yang Melekat pada Rempah tersebut.

Hal dan Kaitannya Rempah Tuba atau Andaliman dengan Suku-suku Batak

Secara Adat,Rempah Tuba banyak di Manfaatkan oleh Suku Batak sebagai Penyedap Makanan Sajian pada saat mengadakan Acara Ritual Suku Batak.

Seperti Kita ketahui Makanan Khas Saya sebutkan di atas selalu Kita Lihat di Acara-acara Adat Suku-suku Batak,Hal lain yang membuat Rempah Tuba menjadi Andalan dalam Penyajian Makanan adalah Ketahanan Makanan bisa lebih lama untuk di simpan (awet)

Manfaat Lain Rempah Tuba

Rempah Tuba Tidak hanya Bermanfaat sebagai Penyedap Makanan saja,Tapi juga bisa dipergunakan sebagai Obat Herbal karena di dalam Rempah Tuba mengandung Senyawa Aromatik dan Minyak Eksensial yang sangat Bermanfaat untuk Kesehatan.
Dan Minyak Eksensial sendiri Bermanfaat untuk mengurangi Rasa Sakit ketika Tertusuk Duri Rempah Tuba dan juga Dapat Menyembuhkan Luka Akibat Duri Rempah dan Duri-duri Tanaman lain.
http://tipspetani.blogspot.com/2016/07/mengenal-tanaman-andaliman-khas-sumatera.html

http://tipspetani.blogspot.com/2016/07/mengenal-tanaman-andaliman-khas-sumatera.html

http://tipspetani.blogspot.com/2016/07/mengenal-tanaman-andaliman-khas-sumatera.html

http://tipspetani.blogspot.com/2016/07/mengenal-tanaman-andaliman-khas-sumatera.html


read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog