AYAM HOMO DI PERTERNAKAN

0 comments
Di peternakan ayam, ada 25 ayam betina dan 1 ayam jago.
Karena ayam jago yang tua sudah melewati masa produktifnya, pemilik
peternakan membeli 1 ayam jago lagi yang muda. Ini membuat si ayam jago
tua tersaingi.

read more

CARA MENGATASI IKAN KOI YANG SAKIT

0 comments
Ada 9 jenis penyakit yang paling sering menyerang ikan koi. Penyebabnya beraneka ragam, misalnya parasit, bakteri, dan jamur. Untuk mengatasinya pemilik koi harus mengetahui gejala dan penyebab penyakit itu.

Penyakit itu menyerang saat kondisi tubuh koi lemah/stress akibat pengangkutan atau kondisi air yang tidak sehat. Pada saat itu daya tahan tubuh koi terhadap penyakit menurun, sehingga “musuh”-nya bisa masuk ke dalam tubuh. Ciri ikan koi sakit antara lain gerakannya lesu atau sebaliknya terlalu lincah sambil menggosokkan badannya ke permukaan benda keras, dan siripnya menguncup.

Bila ikan terlanjur sakit, penanggulangannya atau cara mengatasinya adalah dilakukan berdasarkan jenis penyakitnya. Misalnya dengan “mandi obat”, pemberian obat lewat mulut, mengoleskan obat pada permukaan tubuh, injeksi, dan pembedahan. Berikut cara mengatasi 9 penyakit koi yang disarankan dalam A Fishkeeper’s Guide to Koi :

1. Lernaea
Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh organisme kecil bernama Lernaea sp, bukan sebangsa cacing tapi termasuk anggota udang-udangan. Organisme sepanjang 20 mm ini separuh tubuhnya masuk ke dalam tubuh ikan, sehingga kalau dilihat tampak seperti cacing menjuntai ke luar dari sisik. Penyakit ini banyak menimpa koi impor, karena telurnya yang terbawa pada tubuh ikan menetas.

Cara mengatasinya dengan memberi zat yang mengandungdimetiltriklorohidroksietil fosfonat, atau di pasaran terkenal dengan nama dagang Dipterex, Dylox, atau Masoten. Obat ini dimasukkan ke dalam kolam sesuai dengan dosis yang tertera.

Selain dengan obat, ada cara lain yang lebih sederhana, yakni dengan mencabut parasit itu menggunakan penjepit. Luka bekas cabutannya diolesi merkurokrom dengan sikat yang terbuat dari bulu unta atau cotton bud. Selama pencabutan parasit-parasit ini, ikan dibius dan ditaruh di dalam bak yang telah diberi obat anti jamur dan bakteri, agar tak terjadi infeksi sekunder melalui luka.

read more

AGAR AYAM BETINA BERTELUR TERUS

0 comments


Ayam kampung, seperti dimaklumi bersama, biasanya hanya bertelur seadanya. Akan tetapi, di Cimanggis ada peternak yang bisa “membujuknya” hingga mau bertelur laksana ayam negeri. Langkah apa yang ia lakukan ?

Menurut para pakar unggas, kemampuan bertelur seekor ayam kampung alias ayam buras (bukan ras) yang diternak seadanya (tradisional) paling tinggi 40 butir setahun. Akan tetapi, jika dipelihara secara intensif, kata ahli lagi, produksinya bisa mencapai 123 butir. Namun Maryoto seorang yang nyambi beternak ayam kampung (buras) dengan memanfaatkan sisa tanah di belakang rumahnya di perumahan Pruoek Pembangunan di Cimanggis, Kab. Bogor, memiliki pengalaman lain. Ia bisa mengupayakan agar ayam buras itu lebih rajin bertelur mirip produksi telur ayam negeri yang mencapai 300 / butir / tahun.

Bagaimana Caranya ?

Mula-mula kata Maryoto, ia menyiapkan kandang berukuran 200 cm, tinggi 100 cm, dan lebar 40 cm. Untuk bahan ia menggunakan kaso sebagai kerangka dan bambu untuk dinding. Kemudian, bagian dalam kandang ia sekat-sekat seukuran tubuh ayam seperti halnya kandang ayam petelur. Maksudnya, kata Maryoto, agar ayam di dalamnya tidak leluasa bergerak. Dengan demikian energinya tidak banyak terbuang dan alhasil ayam lebih rajin bertelur.

Setelah kandang selesai dibuat, Maryoto membeli 8 ekor ayam betina yang hampir bertelur (usia 5 – 6 bulan) dari pasar. Setelah divaksin, ayam yang hampir mendekati masa bertelur itu dimasukan ke dalam kandang. Kemudian tanpa adaptasi, ayam kampung yang semula makan aneka ransum itu diberi ransum ayam negeri petelur sebanyak 0,5 kg/hari yang dibagi dalam dua kali pemberian.

Hasilnya setelah seminggu makan ransum buatan pabrik itu, 5 ekor di antaranya mulai bertelur, seminggu kemudian, yang 3 ekor menyusul bertelur. Mereka bertelur berturut-turut 3 hari, lalu hari keempat kosong. Demikian seterusnya, setelah menghasilkan telur 30 butir/ekor, mereka menunjukkan gejala mau mengeram. Akan tetapi, itu tidak berlaku umum, karena menurut Maryoto, ada juga ayamnya yang sudah menghasilkan 70 butir telur baru memperlihatkan gejala mengeram.

Agar tidak mengeram, kata Maryoto, ia memandikan ayam itu setiap pagi selama 4 hari dengan cara mencelupkannya ke dalam ember berisi air. Setelah basah kuyup, ayam dilepas di pekarangan dan sore dikandangkan kembali. Biasanya, selang seminggu ayam akan bertelur lagi seperti sediakala. “Pokoknya, selama ia masih mau makan ransum, yang diberikan, pasti masih akan bertelur. “Setelah 6 bulan memproduksi telur, ayam kampung yang disulap jadi ayam petelur ini dijual kembali ke pasar.”

AYAM HOMO DI PERTERNAKAN 
MAHALNYA HARGA AYAM

read more

MAHALNYA HARGA AYAM

0 comments

Ibu2 nawar ayam: “bang, masa ayam kurus begini 20ribu ..??!!“.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog