Inilah Sapi tertinggi di dunia dari Guinness World Records

0 comments


Seperti yang dikutip dari rimanews.com, Hanson menerima email pada pertengahan Agustus lalu yang memberitahunya bahwa Blosom akan mendapat penghargaan sebagai sapi tertinggi di dunia. 

Blonson adalah Seekor sapi setinggi 6 kaki 4 inci atau 195 sentimeter milik Hanson seorang wanita Illinois dari Amerika Serikat, 

Hanson mendapat Blosom ketika dia masih kecil dan memutuskan untuk memeliharanya sebagai hewan peliharaan. Blosom kini telah berusia 13 tahun sejak Juli lalu.

“Blosom tampak seperti anjing yang tumbuh terlalu cepat,” kata Hanson. “Orang yang memiliki sapi pasti akan mengatakan hal yang sama seperti saya, tapi saya ingin orang lain tahu dia istimewa. Saya bilang pada ayah saya tahun lalu bahwa Blosom ditakdirkan untuk menjadi bintang, dan dengan catatan rekor ini dia telah mencapai hal tersebut.”

Blosom akan dimasukkan dalam “Guinness Book of World Records” edisi tahun 2016 mendatang.

sumber : http://terselubung.in/

read more

TANAMAN YANG AMPUH UNTUK MENGUSIR TIKUS DI RUMAH

0 comments


Anda yang sebel banget sama yang namanya tikus dan tidak suka bahan kimia, ternyata ada beberapa tanaman yang dinilai ampuh untuk mengusir tikus yaitu sbb :

Buah bintaro adalah Salah satu buah yang ditakuti tikus, caranya cukup gampang, petik beberapa biji buah bintaro lau letakkan pada ruangan yang sering disatroni tikus. Tanaman bintaro memiliki nama latin Cerbera manghas dikenal sebagai tumbuhan pantai atau paya. Ketinggian pohon bintaro dapat mencapai 12m. Di negara Samoa dikenal dengan nama leva, di Togo di kenal dengan nama toto, dan di Negara Fiji dikenal dengan nama vasa. Nama ilmiah Cerberus diambil dari nama anjing berkepala sepuluh dalam mitologi Yunani.

Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau tua, yang tersusun berselingan. Bunganya harum dengan mahkota berdiameter 3-5cm berbentuk terompet dengan pangkal merah muda. Benang sari berjumlah lima dan posisi bakal buah tinggi. Buah berbentuk telur, panjang 5-10cm, dan berwarna merah cerah jika masak. Penyebarannya secara alami di daerah tropis Indo Pasifik, dari Seychelles hingga Polinesia Perancis. Bintaro sering kali merupakan bagian dari ekosistem hutan mangrove.

Di Indonesia bintaro sekarang digunakan sebagai tumbuhan penghijauan di daerah pantai serta peneduh kota.

Buah mengkudu disamping sebagai obat herbal, juga ternyata ditakuti tikus, caranya dengan mengambil beberapa buah mengkudu yang sudah masak (baunya sudah menyengat) lalu letakkan pada ruangan tempat tikus sering lalu lalang atau beraksi, biscaya tikus akan menghindar… Tapi ini juga akan sedikit mengganggu indera penciuman kita tentunya, akibat sengatan bau mengkudu masak yang gimana gitu.

Nah, satu lagi manfaat dari tanaman sirsak, ternyata tikus tidak suka dengan bau daun sirsak. Caranya letakkan saja daun sirsak di tempat-tempat yang sering disinggahi tikus, kalau sudah mengering ganti dengan daun sirsak yang lain.

4. Tanaman Berduri Tajam

Batang atau Kulit Salak & Kulit Durian
Letakkan di tempat yang biasa dilalui tikus, niscaya tikus akan segan melewatinya. Nggak kebayang agan naroh batang Salak di sudut-sudut ruangan, manusia juga segan ngelewatinnya kalee...
Untuk kulit durian, cari yang baunya menyengat, tikus juga nggak suka sama bau kulit durian yang menyengat, tikus juga nggak suka sama biji durian, enggak tau juga kalo duriannya... 

5. Tikel Balung atau Pencil Tree 
Euphorbia Tirucalli atau biasa dikenal dengan sebutan patah tulang, kayu urip, atau tikel balung (dalam bahasa Jawa) dan pencil tree (dalam bahasa Inggris). Getahnya yang beracun bisa mengatasi tikus, kadal dan tikus tanah, sekaligus kutu daun. Manusia juga bisa kena iritasi kalau kena getah tanaman yang satu ini.

6. Cabe Rawit
Ternyata tikus juga tidak suka dengan aroma dan rasa cabe rawit, caranya semprotkan aja juice cabe rawit ke tempat-tempat yang biasa dilalui tikus. Tikus bakal males lama-lama bertahan disitu. Pada dasarnya tikus tidak suka bau yang tajam seperti merica, papper mint dan amonia.

7. Biji Cengkeh

Tikus juga tidak suka aroma cengkeh, caranya agan bungkus cengkih yang sudah dikeringkan dengan kain kasa, taruh di sudut-sudut tempat tikus biasa lewat.

8. Daun Kayu Putih
Daun kayu putih bisa juga untuk usir kayu putih, baunya yang semrawang bikin tikus minggir, caranya potong-potong kecil-kecil daunnya, letakkan di tempat yang biasa dilalui tikus. Emmm, daripada ribet bisa juga kali minyak kayu putihnya kita taruh di botol spray dan kita semprot-semprot ke sarang tikus...

9. Biji Kopi

Selain buat menghilangkan kantuk, aroma kopi yang nikmat ternyata menyengat buat tikus. Tentunya pilih biji kopi dengan aroma yang bener-bener kuat. Caranya biji kopi yang sudah dikupas, dijemur, letakkan di tempat yang biasa dilalui tikus.

read more

Pemberantasan Hama dan Penyakit pada Tanaman Cengkeh

0 comments
Pada tanaman cengkeh ada beberapa masa kritis dalam perkembangan tanaman cengkeh yang menentukan mati atau hidupnya dan besar atau kecilnya hasil cengkeh. Masa kritis yang pertama adalah 2-3 tahun setelah cengkeh ditanam di lapangan, yang kedua setelah 8-10 tahun hingga 20 tahun.

Jika kedua masa kritis itu bisa dilewati dengan baik dan selamat, pohon-pohon cengkeh akan dapat hidup melebihi 30-50 tahun. Dalam kondisi optimal, tanaman cengkeh bahkan bisa berumur ratusan tahun.

Dalam masa-masa pertumbuhan dan kehidupannya, sebagaimana pada tanaman-tanaman lainnya, pohon cengkeh tidak luput dari serangan hama dan penyakit.
Agar tanaman cengkeh bisa tumbuh dengan baik, subur, dan berproduksi melimpa, hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh harus diantisipasi dan ditangani secara cepat, cermat, dan intensif.
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh bisa terjadi di areal semai (persemaian) maupun areal tanam (pertanaman)


Di Areal Semai

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh di areal semai, antara lain: busuk akar dan penyakit daun.


Penyakit ini disebabkan oleh beberapa macam cendawan, seperti Pythium, Rhizoctonia, dan Phytopthora.
Menjelang musim kemarau dan kering. Tanaman yang terserang penyakit ini seringkali mati mendadak karena diikuti serangan rayap.

Tanaman tang sakit mudah dicabut karena akar kecil terlepas dari akar tunggang. Kulit akar tunggang sebagian atau seluruhnya hilang karena dimakan rayap sampai ke bagian kayunya.
Penyakit ini dapat dihindari dengan pembuatan bedengan persemaian pada tanah dengan drainase (pengairan) yang baik, menghindarkan penggunaan tanah bersidat alkalis atau pemakaian abu/arang atau pupuk kandang mulch yang belum matang sebagai pupuk di persemaian.

Tanaman-tanaman yang terserang penyakit ini sebaiknya dicabut atau diangkat dengan tanah di sekitarnya, dimasukan kedalam kaleng atau karung (agar tidak berceceran dan menular ke tempat lain), kemudian dikubur dalam-dalam. Tanaman di sekitar yang sakit disiram atau disemprot dengan koperoxzchloride 0,5% (5gram setiap liter air) atau Dithane.

Untuk menghindari serangan rayap, sebaiknya diadakan penyemprotan preventif dua kali setahun dengan endrin atau dieldrin dan sebagainya (konsentrasi 0,3-0,5%), yakni menjelang musim kemarau dan menjelang permulaan musim hujan.
Penyemprotan ditujukan pada tanah, khususnya di sekitar poko batang, agar obat bisa menghalangi rayap yang suka memakan kulit pokok batang.



Penyakit daun disebabkan oleh cendawan Gloeosporium piperatium (becak daun) dan Cylindrocladium quinqeseptatum (busuk daun). Cendawan ini menyerang tanaman cengkeh, baik di areal semai maupun areal tanam sekaligus.
Penyerangan biasanya terjadi pada musim hujan atau pada tempat-tempat peneduh yang terlampau rapat. Tanaman yang cukup mendapatkan unsure K (dalam pupuk NPK) umumnya bebas dari penyakit daun.


Di Areal Tanam

Adapun hama dan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh di areal tanam, antara lain: pucuk busuk, penggerek batang dan ranting, jamur akar, dan rayap.



Penyakit pucuk busuk disebabkan cendawan Cylindrocladium. Biasanya timbul pada tanaman muda di areal tanam, hal ini sebagai akibat pelukaan pucuk karena gesekan-gesekan pucuk pada atap/acak peneduh yang terlalu rendah.

Pucuk yang busuk harus segera dibuang. Kemudian tanaman cengkeh bagian atasnya disemprot dengan fungisida, seperti koperoxychlorida atau Dithane untuk menghindarkan penularan. Acak/atap peneduh harus segera ditinggikan.



Hama ini mulai timbul bila pohon cengkeh telah berumur 4-8 tahun ke atas, umunya setelah pohon mulai berbunga. Tanda-tandanya: pada sebelah bawah batang atau ranting keluar air kotor dan kayu gerekan dari lubang gerekan.

Pohon cengkeh bisa mati akibat serangan hama penggerek ini, lebih-lebih bila penggerek menggelangi pohon dan merusak bagian kulit dan kayu, sehingga pengangkutan zat-zat hara dan air terganggu. Pemberantasan dapat dilakukan dengan penutupan lubang-lubang yang tampak dengan pasak bamboo yang dibuat sepanjang 10 cm. pasak ini setiap dua minggu sekali harus dipukuli lagi ujungnya agar menutup lubang rapat-rapat.

Bila tersedia, sebelum dipasak, ke dalam lubang dimasukan kapas yang dibasahi dengan paradichloorbenzol atau insektisida sistemik seperti Dimercon 100, untuk mematikan hama penggerek di dalam lubang.



Jamur akar menyerang tanaman cengkeh, baik muda maupun dewasa. Gejalanya kadang-kadang tidak tampak samasekali, tetapi tanaman tiba-tiba langsung mati.
Jika tampak, gejalanya antara lain: tanaman yang terkena seluruh perakarannya telah terserang jamur; daunnya kekuning-kuningan dan mulai gugur perlahan-lahan.

Jika ada pohon cengkeh yang terkena jamur akar, sebaiknya tanaman segera didongkel dan dibakar pada lubang pendongkelan, kemudian diberi lubang isolasi-isolasi sampai 3 lapis dan pada bekas dongkelan diberi kapur 10 kg.


Rayap

Rayap kebanyakan menyerang tanaman cengkeh muda yang baru ditanam dan tanaman-tanaman yang kurang sehat. Untuk itu, sebelum bibit dimasukan kelubang tanam, sebaiknya lubang disemprot dulu dengan obat anti rayap atau insektisida, semisal endrin, dildrin W.P, dan lain-lain dengan dosis 1-2%.
Rayap biasanya menyerang kulit akar sampai leher akar dan bila kulit akarnya habis, maka pohon cengkeh akan mati.

Postingan lainnya tentang tanaman cengkeh "

read more

Pemeliharaan Lanjutan Tanaman Cengkeh

0 comments
Untuk pemeliharaan tanaman cengkeh dewasa tetap dititikberatkan pada penggemburan tanah pada petakan, penyiangan, dan pemupukan. Dengan mencangkul tanah akan menjadi gembur, agaknya peresapan zat-zat hara yang dibutuhkan tanaman menjadi lancar, sirkulasi udara dalam tanah pun menjadi baik. Demikian pula dengan proses peresapan air di dalam tanah.

Dalam proses pencangkulan (penggemburan), terkada ada akar-akar yang terputus, tetapi hanya sedikit sekali. Akar yang terputus akan segera diganti dengan akar-akar baru yang berccabang. Dengan bertambahnya akar, maka makin intensif pula penyerapan makanannya, sehingga pertumbuhan batang dan daunnya menjadi lebih baik.

Tentu saja cara mencangkul tanah harus cermat dan sistematis, yaitu dimulai dari luar tajuk (kurang lebih ½ meter dari tajuk daun), menuju ke dalam sampai dekat pohon. Tetapi, jangan sampai melukai akar yang besar. Dalamnya pencangkulan kira-kira 30 cm pada bagian luar, makin ke bawah tajuk makin dangkal. Hal ini dilakukan agar tidak melukai atau memotong akar-akar yang besar tersebut.

Tetapi, perlu diingat, pencangkulan jangan sampai terlalu sering dilakukan. Hal ini untuk member kesempatan kepada akar-akar yang terpotong untuk tumbuh kembali dan mencari makanan. 

Pencangkulan cukup dilakukan 2 kali setahun, yaitu pada permulaan musim hujan dan pada permulaan musim kemarau.

Pada pohon-pohon yang telah berbunga, jika habis dipanen, tanah di sekitar pohon biasanya menjadi padat karena terinjak-injak. Maka setelah panen pada permulaan musim hujan, tanah perlu digemburkan.


read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog