PERAWATAN AYAM BANGKOK PETARUNG

0 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/perawatan-ayam-bangkok-petarung.html
PERAWATAN AYAM BANGKOK PETARUNG

Biasanya setiap pertandingan sabung ayam, ayam yang menang kurang dari dua ronde tergolong pada ayam petarung yang baik, akan tetapi kalau ayam dirancang untuk sanggup bertahan hingga 5 ronde maka menu yang harus disiapkan adalah pakan yang kaya akan protein tinggi dan juga pakan yang kaya akan energy. Untuk pakanan ayam bangkok seperti ini cukup dengan formula ransum 5 kg jagung halus + 2 kg dedak atau bekatul + 3 kg konsentrat ayam petelur. Dengan pakanan ini anda bisa menyaksikan jagoan anda mampu bertahan dalam cukup yang lama.

Ayam Jalu
Tipe ayam ini lebih sering memukul tanpa mematuk, memukul sesering mungkin dalam waktu yang sangat singkat dan factor kecepatan sangat menentukan bagi ayam tipe ini, menu ransum paling tepat adalah yang mengandung protein tinggi dan sedikit lemak, bagi anda yang memiliki ayam tipe ini buatlah formula ransum dengan 2 kg konsentrat ayam petelur + 8 kg bekatul atau dedak, jagung, beras merah, atau gabah.


Kandungan pakan yang dibutuhkan ayam Bangkok
1. Protein berfungsi sebagai zat pembangun tubuh
2. Lemak, zat ini juga dibutuhkan ayam yang sedang tumbuh
3. Karbohidrat
4. Vitamin dan mineral
5. Air
6. Sayur-sayuran hijau
7. Grit

Cara menajamkan taji ayamLangkah pertama, ikatlah jalu ayam dengan kain basah selama 3 hari, dan jika kainnya mengering harus dibasahinya lagi, setelah 3 hari lepaskanlah ikatan tadi, maka kulit atau cangkang jalu akan terkelupas rata dan meruncing seperti duri.

Mengamati posisi ayam saat tidurKalau posisi kepala kebelakang dan diselipkan di sayap maka kondisi ayam seperti ini berarti lagi kurang sehat dan kurang fit. Ayam yang sehat lebih cenderung meletakkan posisi kepala tetap menghadap kedepan sampai dengan menyentuh dilantai.

Pola makan ayam yang masih mudaUntuk makanan ayam di atas 2 bulan makanannya diselingi dengan serangga, belalang kecoak, lipan, jangkrik, dsb nya, disamping serangga anak ayam juga harus diberikan ikan-ikan kecil seperti ikan –ikan yang ada diselokan atau disungai dangkal , dang terlebihn juga berikan ayam isi perut ikan laut yang sudah dicincang terlebih dahulu, dan sesekali berilah jagung.

Berilah sisa susu atau bubur dari sisa makanan, yang mangandung nilai gizi yang sangat tinggi untuk pertumbuhan ayam, berilah juga air nasi yang diambil ketika air mendidih. Kemudian dinginkan terlebih dahulu dicampur dengan nasi atau kerak nasi ditambah dengan dedak halus dedak halus yang diambil sewaktu penggilingan padi menjadi beras, dan diaduk berikan pada ayam.

Setelah berumur 5 bulan, berilah multivitamin dan vitamin B komplek serta berikan minyak ikan hiu + tablet calcium untuk membantu pertumbuhan pada anak ayam, usahakan pakan anak ayam bangkok selalu bervariasi dan yang terpenting setiap pakan anak ayam harus memiliki nilai gizi dan protein yang tinggi.

Pemisahan ayam dengan saudaranya yang lainpada umur 5 bulan,pisahkan ayam dari saudaranya yang lain dan tempatkan pada kandang dengan ukuran 1m x 1m x dan tinggi 1 m dengan tujuaan untuk menghindari patahnya bulu sayap bulu ekor anak ayam.

1. Beras merah
2. Gabah
3. Jagung

Cara melatih ayam siap bertarung
Ayam yang sudah siap bertarung biasanya berumur 7 bulan, hal ini ditandai dengan seluruh bulu sayap dan bulu ekor tumbuh sempurna dan tidak ada lagi bulu-bulu yang muda. Ayam dengan umur dan kondisi seperti ini sudah bisa dilakukan penjemuran dalam kurungan selama 2 jam setiap harinya.

Sebelum dilakukan penjemuran sebaiknya ayam dimandikan terlebih dahulu untuk menurunkan temperature badan ayam setelah itu baru ayam diberi makan dalam kurungan sambil dijemur.
Waktu penjemuran yang baik adalah jam 9 pagi sampai jam 11 siang.

Setelah 10 hari waktu penjemuran ditambah 2 jam lagi yitu jam 9 pagi sampai jam 11 siang. Setelah 10 hari waktu penjemuran ditambah 2 jam lagi yaitu jam 9 pagi sampai jam 13 siang. Tujuan penjemuran ini untuk memperpanjang nafas ayam dan untuk membakar lemak yang menumpuk dibawah kulit dan selama penjemuran ayam tidak diberi air.

Setelah penjemuran selesai ayam diteduhkan dibawah pohon atau tempat yang tidak terkea cahaya matahari selama 15 menit, kemudian ayam diberi air minum.

Untuk menjadikan sebagai seekor ayam petarung yang tangguh ada beberapa hal yang harus diberikan pada ayam agar otot-ototnya kuat dan tahan terhadap pukulan. Ada beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan ayam menjadi petarung yang tangguh:

1. Berenang
2. Melatih bertarung dengan ayam untulan
3. Menyediakan kurungan ganda
4. Ayam dilatih pakai ayunan
5. Latih tarung di atas pasir
6. Latihan beban pada kaki ayam
7. Latihan dengan palang kayu
8. Latih tanding

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/perawatan-ayam-bangkok-petarung.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/perawatan-ayam-bangkok-petarung.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/perawatan-ayam-bangkok-petarung.html


(Sumber Buku : SUKSES BUDIDAYA & BISNIS AYAM BANGKOK. 
Penulis: ARIS MARWANTO

read more

ANEKA MACAM WARNA BURUNG PARKIT

0 comments
Perubahan-perubahan yang terjadi dari hasil perkembangan parkit yang dilakukan oleh para ahli, menjadikan warna bulu burung parkit yang tadinya hanya berkembang karena proses alam, kini telah dapat direncanakan sesuai dengan keinginan, sehingga tidak mengherankan bila hasil dari pengembangan tersebut diperoleh warna bulu seperti yang dialami oleh burung parkit ini sama sekali belum pernah terjadi pada jenis burung lain.


Perpindahan warna bulu yang pertama kali adalah warna kuning, yaitu dengan munculnya warna kuning polos tanpa adanya titik-titik warna hitam. Selanjutnya muncul parkit warna biru. Kalau kita mau menyelidiki, pengembangan warna kuning sebenarnya merupakan pemucatan dari warna asli (hijau), sedangkan warna biru merupakan penguatan dari warna hijau.

Kemudian warna bulu parkit yang menyimpang dari warna dari warna aslinya menyebabkan warna bulu parkit dibedakan menjadi empat macam, yaitu hijau, kuning, biru, dan putih. 

Dengan modal empat jenis warna tersebut dan setelah dilaksanakan kawin silang antara satu dengan yang lainnya, maka diperoleh berbagai warna yang pada hakikatnya mengarah pada penguatan warna dasar atau justru melemahkan warna dasar. 

Dari hasil uji coba yang telah dilakukan berdasarkan perkawinan silang ke empat warna dasar itu, akhirnya diperoleh warna-warna dasar burung parkit sebagai berikut:
  • Warna dasar hijau menghasilkan hijau tua, hijau normal (asli) dan hijau muda.
  • Warna kuning menghasilkan kuning tua, kuning asli, dan kuning muda.
  • Warna biru menghasilkan biru tua, biru muda, dam biru asli
  • Warna putih menghasilkan putih mulus, putih kekuningan, dan putih kebiruan.

Tingkat perkembangan selanjutnya yang diperoleh sehingga menghasilkan beraneka warna serta corak yang berwarna-warni adalah hasil persilangan antara kedua belas warna itu.

Dari berbagai warna itu pula kemudian orang menjadikan dua kelompok secara besar, yaitu parkit berwana hitam dan berwarna merah. Parkit berwarna hitam adalah yang memiliki warna-warna bersisik hitam. 

Sedangkan parkit mata merah adalah parkit yang memiliki warna bulu polos seperti kuning, putih, dan variasinya. Hal tersebut tentunya bisa dimakllumi bahwa pola warna yang dihasilkan erat kaitannya dengan kuat-tidaknya pigmen yang dimiliki oleh burung parkit yang bersangkutan.

Kemajuan dalam menciptatkan warna dapat dikatakan sangat pesat, sehingga dari perkembangan yang terus berlangsung, muncul warna dan corak baru yang tentunya lebih menarik dan lebih memiliki ciri khas tersendiri, diantaranya adalah:


  • Warna belang-belang, yaitu bulu warna yang beraneka corak, ada biru, ungu, putih, hijau, kuning dan segala macam variasinya.
  • Warna hitam. Ini termasuk parkit yang memiliki warna bulu agak unik. Dikatakan demikian karena bagian dada berwarna hitam sedangkan kepala berwarna putih.
  • Warna hijau dengan corak kuning dan hijau polos.
  • Warna violet dengan corak warna putih dan violet.
  • Parkit bermasker. Disebut demikian karena kepala bagian depan berwarna kuning cerah, lalu pipi, tenggorokan, dan dagu berwarna kuning campuran, sedangkan bagian lainnya berwarna lain.


Warna-warna burung parkit:
http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html
keterangan :
  1. Ungu >> langka
  2. Biru
  3. Hijau
  4. Kuning kehijauan
  5. Putih kebiruan
  6. Biru langit >> langka banget
  7. Kuning (Mata Merah) >>  langka
  8. Kuning (Mata Hitam)
  9. Putih (Mata Merah) >>  langka banget
Gambar-gambar burung parkit
http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html


http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html

http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/aneka-macam-warna-burung-parkit.html


read more

PROSES PEMIJAHAN IKAN GABUS

0 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/proses-pemijahan-ikan-gabus.html


Hal-hal atau Syarat-syarat yang harus diperhatikan pada tahap pemijahan ikan gabus al :
  • Dataran rendah yang memiliki pH airnya netral atau agak alkalius (pH rendah), yaitu antara 7-7,59.
  • Tempat yang memiliki ketinggian kurang dari 800 meter dari permukaan air laut.
  • Suhu tempat optimum airnya antara 28-31°C
  • Air pada kolam harus tenang, pemasukkan air pada kolam yang diperlukan untuk mengganti air yang meresap dan menguap.
  • Berikan tumbuh-tumbuhan air yang mengapung, untuk menyimpan telut-telurnya.
  • Kolam ketinggian terlebih dahulu dan diberi pupuk secukupnya
  • Setelah dipupuk baru aliri air, dan air pada kolam memiliki ketinggian 50-75 cm.
  • Sedangkan kedalaman kolam pemijahan 70-100 cm dan harus berair tenang.
Menyiapkan Induk Ikan Gabus
Calon induk yang mulai dewasa sebaiknya diperlihara dalam sangkar kayu berukuran 3 x 1,5 x 2 meter, dilengkapi dengan roket dan drum sebagai pelampung berukuran 1,5-2,0 kg. Adapun padat tebar induk dengan sangkar ukuran tersebut adalah 5 ekor per meter.

Komposisi Pakan untuk Ikan Gabus
  • Tepung ikan 35%
  • Dedak halus 30%
  • Menir 25%
  • Tepung kedelai 10%
  • Vitamineral 0,5%
Pemberian pakan dilakukan 5 hari dalam seminggu dan setiap pemberian pakan sebanyak 5%, yakni pagi 2,5% sore 2,5%, dari bobot ikan yang dipelihara.

Setelah indukan ikan gabus dimasukkan ke dalam kolam, gabus jantan akan membuat sarang selama 1-2 hari, sarang tersebut berupa potongan-potongan tanaman air. Maka itu menyediakan sarang itu diberikan tanaman air yang mengapung ( eceng gondok atau persicilata) pada bagian pasok kolam.

Setelah sarang siap, ikan jantan biasanya melakukan maneuver untuk memikat iakn betina. Jika telah ada betina yang terpikat, maka dua sejoli ini akan berkejaran, lalu berdampingan di bawah sarang, pemijahanterjadi di bawah sarang.

Induk betina lalu bertelur. Telur yang telah dibuahi ditempelkan pada tumbuhan air dan dijaga oleh induk jantan. Hal ini dimaksudkan agar telur selamat dari gangguan ikan lain yang bersifat predator. Diameter telur yang terbuahi kira-kira 1,25-1,55 milimeter.

Seekor induk ikan (tergantung besarnya) bisa menghasilkan ratusan butir telur. Biasanya, telur akan menetas setelah 2-3 hari dari waktu pembuahan/pemijahan. Namun, biasanya telur yang berhasil menetas hanya setengahnya saja.

Kantong kuning telurnya akan habis setelah 4 hari kemudian. Karena telur dan larvanya yang baru menetas bersifat mengapung, sebaiknay diberi naungan atau pelindung agar terhindar dari tetesan air hujan ataupun sinar matahari secara langsung.

Pemijahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Pada musim penghujan, telur atau benih banyak yang mati karena jatuh ke dasar kolam akibat teetsan air hujan. Air hujan dapat merusak sarang atau mengenai larva yang baru menetas.

Namun, jika pemijahan tetap akan dilakukan pada musim penghujan, sebaiknya tempat pemijahan diberi tutup peneduh agar air hujan tidak langsung jatuh pada sarang. Selain itu, tutup juga bisa berfungsi melindungi benih dari sinar matahari langsung.

Larva gabus yang baru lahir tidak memakan pakan. Hal ini disebabkan karena ikan-ikan tersebut masih memiliki cadangan makanan. Baru setelah empat hari, larva akan memakan protozoa dan ganggang yang ada dikolam.
sumber Buku "PETUNJUK PRAKTIS MEMELIHARA GABUS" Penerbit NUANSA

read more

FAKTOR PENDUKUNG BUDIDAYA UDANG GALAH

0 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2015/01/faktor-pendukung-budidaya-udang-galah.html
FAKTOR PENDUKUNG BUDIDAYA UDANG GALAH

Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya udang galah yaitu lokasi budidaya, lokasi budidaya udang galah harus dekat dengan perairan atau sungai supaya suplai air tidak kurang.

Selanjutnya setelah kita mencapai lokasi yang strategis yaitu deraja keasaman (pH), baik untuk tanah maupun air. Lokasi dan kondisi yang baik untuk kolam budidaya udang galah adalah tanah dasar dan air kolam yang memiliki pH netral atu derajat keasaman yang berkisar 6,8-7,5.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Budidaya Udang Galah

Kualitas air
Kualitas air untuk budidaya udang galah harus memiliki persyaratan sebagai berikut:
  • Menerima cahaya matahari yang cukup
  • Mengandung mineral-mineral yang cukup
  • Mengandung gas karbondioksida yang cukup
  • Mempunyai temperature yang ideal untuk proses hidup dan pertumbuhan udang galah

Kadar oksigen terlarut
Oksigen dalam air sangat penting bagi kehidupan udang,maka jika oksigen yang terlarut dalam air sangat rendah berarti tidak baik untuk pemeliharaan udang galah, batas minimal oksigen terlarut dalam air adalah sekitar 5-7 ppm. Untuk mengatasi rendahnya oksigen terlarut dalam air, dapat digunakan kincir.

Kandungan karbondioksida (CO₂)
Kandungan karbondioksida yang baik dalam air kolam bentuh budidaya udang galah ini adalah tidak lebih dari 1,2 ppm dan tidak lebih dari 2 ppm, jika kandungan karbondioksida di atas 50 ppm,akan menyebabkan udang mati dalam jangka waktu relative lama.

Induk udang galah betina
  • Memiliki berat lebih dari 40 gram
  • Memiliki kandungan telur cukup tinggi
  • Bersih dari segala macam kotoran maupun organism yang bersifat parasif

Induk udang galah jantan
  • Memiliki berat lebih dari 50 gram
  • Kaki jalan kedua tidak terlalu besar
  • Bersih dari segala macam kotoran maupun organism yang bersifat parasit

Pakan Udang Galah
Faktor selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam budidaya udang galah yaitu factor pakan, ada beberapa persyaratan yang secara tehnis harus memperoleh penanganan secara khusus yakni:
  • Aspek kimia yaitu persyaratan kandunagn nutrisi makanan yang meliputi protein, karbohidrat, lemk, vitamin, dan mineral
  • Aspek fisik makanan, yaitu bentuk dan ukuran makanan, ketahanan dalam air, dan tehnik pengepakan
  • Aspek biologi yaitu nilai konversi makanan atau perbandingan jumlah makanan yang dikonsumsi dengan kemampuan makanan yang dikonsumsi dapat meningkatkan berat tubuh udang.
  • Aspek ekonomis yaitu kelayakan harga yang ditinjau dari segi kualitas maupun nilai makanan.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog